Home / Berita / Heboh Pemblokiran, Komunitas Tolak Pornografi Muncul

Heboh Pemblokiran, Komunitas Tolak Pornografi Muncul

dakwatuna.com – Jakarta. Ramainya pemblokiran internet dari konten porno di Indonesia memunculkan komunitas Tolak Pornografi Facebook bernama ‘Tolak Pornografi dan Pornoaksi’. Tak hanya itu, grup ini juga memiliki akun di Twitter.

Pantauan dakwatuna, Rabu (11/8/2010) sekitar pukul 23.00 WIB, komunitas yang belum lama muncul tersebut baru memiliki 739 anggota.

Dari beberapa statusnya, komunitas ini tampak masih membutuhkan banyak dukungan. “Page ini sudah bisa diakses menggunakan alamat http://www.facebook.com/tolakP0RN0grafi , tolong disebarkan via email, milis, SMS, BBM, twitter dll!” tulis isi pesan dalam wall page Facebook tersebut.

Banyak warga internet yang nampaknya setuju dengan kemunculan komunitas ini. Salah satunya pengguna Facebook bernama Mang Dasep Hanafi. “Sox atuch berantas sampe ke akar2nya,,jangan wacana doang…didukung lah ku Mang……” tulisnya. Selain itu ada juga Ommar Mardi Asoy yang menulis “tdk ad alasan utk tetap membiarkn pornngrafi n pornoaksi menghancrkn moral bangsa. LAWAN PORNOGRAFI.”

Sedangkan ketua DPR Marzuki Alie, menyatakan, upaya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring memblokir situs porno di bulan Ramadhan belumlah cukup. Marzuki, meminta Menkominfo memblokir semua situs porno yang ada di dunia maya. “Bilang ke Pak Tifatul, 100 persen ditutup jangan 90 persen saja,” kata Marzuki, kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/8).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan apresiasinya atas langkah berani Kementerian Kominfo untuk memblokir konten pornografi di internet. Mereka meminta agar langkah itu dilakukan secara konsisten dan tidak angin-anginan saja. Untuk menjamin pemblokiran permanen tersebut, Kominfo pun diminta  merekrut tenaga-tenaga ahli di bidangnya.

“Untuk tidak dilupakan, bahwa pornografi bukan sekedar hobi atau iseng, tetapi industri dengan omset mencapai USD 900 miliar per tahun. Mereka tidak akan mau kehilangan pendapatan tersebut hanya sebuah kebijakan pemerintah,” ujar Hadi Supeno, Ketua KPAI.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,78 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rakyat turun ke jalan setelah upaya kudeta militer di Turki (aljazeera.net)

Mayoritas Militer Turki Tolak Upaya Kudeta