Home / Dasar-Dasar Islam / Aqidah / Hikmah Diutusnya Para Rasul (Bagian ke-2)

Hikmah Diutusnya Para Rasul (Bagian ke-2)

Fakta dan bukti-bukti kebenaran risalah para Rasul

dakwatuna.comTanya: Apa saja adillah (bukti-bukti) yang dibekali Allah untuk para rasul-Nya agar mereka tidak didustakan oleh manusia?

Jawab: Bukti-bukti ini oleh Al-Quran dinamakan ayat artinya fakta, indikator dan bukti-bukti yang membenarkan ucapan dan pengakuan para rasul as, adalah mukjizat.

Tanya: Apakah mukjizat itu sebenarnya?

Jawab:

الْمُعْجِزَةُ (البَيِّنَةُ، البُرْهَانُ، الآيَةُ) هِيَ: الأَمْرُ الَّذِي يَعْجَزُ الْبَشَرُ عَنِ الإِتْيَانِ بِمِثْلِهِ، يُجْرِيْهِ اللهُ عَلَى يَدِ نَبِيٍّ مُرْسَلٍ لِيُقِيْمَ بِهِ الدَّلِيْلَ عَلَى صِدْقِ نُبُوَّتِهِ وَثَبَاتِ رِسَالَتِهِ.

Mukjizat (bayyinah, burhan, atau ayat) adalah sesuatu yang manusia tidak mampu mendatangkannya yang diberikan Allah swt kepada nabi yang diutus untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dan ketetapan risalahnya.

Seolah-seolah seorang rasul berkata: “Wahai manusia, Allah telah mengutusku kepada kalian dan telah memberikan untukku tanda-tanda kekuasaan-Nya sebagai bukti pembenar ucapanku. Tanda-tanda atau bukti-bukti ini tidak akan mampu didatangkan kecuali oleh Allah swt, tak ada seorang pun manusia yang mampu menandinginya sehingga kalian tidak dapat menyangka bahwa aku berdusta atas nama Allah.”

Allah swt berfirman:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ [٥٧:٢٥]

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.  (Al-hadid (57): 25).

Tanya: Apa saja contoh-contoh mukjizat yang menjadi pendukung para rasul as?

Jawab: Di antara yang disebutkan Allah swt dalam Al-Quran adalah apa yang terjadi pada Nabi Ibrahim as bersama kaumnya. Allah swt berfirman:

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ [٢١:٦٨] قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ [٢١:٦٩]

Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah Tuhan-Tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” (Al-Anbiya (21): 68-69).

Juga apa yang dikisahkan Allah kepada kita tentang kisah Nabi Musa as:

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ ۖ فِي تِسْعِ آيَاتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ [٢٧:١٢]

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu,[1] niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik”. (An-Naml (27): 12).

Yang termasuk sembilan mukjizat tersebut di antaranya adalah bentuk-bentuk azab yang terjadi atas Firaun dan kaumnya sebagai balasan kesombongan dan kekafiran mereka. Allah swt berfirman:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ [٧:١٣٣]

Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah[2] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. (Al-A’raf (7): 133).

Contoh lain adalah yang Allah kisahkan kepada kita tentang mukjizat Nabi Isa as:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ [٥:١١٠]

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”. (Al-Maidah (5): 110).

Karena terjadi tahrif (penyelewengan sengaja) yang dilakukan terhadap agama Nabi Isa as, orang-orang awam menganggap mukjizat Isa as tersebut terjadi karena Isa adalah Tuhan atau dia adalah anak Tuhan, Maha Suci Allah dari persangkaan mereka.

Kesimpulan

  • Allah swt mengutus para rasul as untuk mengenalkan kepada manusia tentang Allah – Rabb mereka – dan agar manusia mengetahui tujuan penciptaan mereka yakni beribadah kepada Allah, menyelamatkan mereka dari kecelakaan berupa perbedaan pendapat dalam masalah prinsip kehidupan (aqidah), agar para rasul dan para penerusnya menegakkan agama Allah dan berhukum dengan hukum Allah, juga untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman dengan janji kenikmatan surga yang telah disiapkan untuk mereka dan memperingatkan orang-orang kafir dari hukuman kekafiran mereka, agar hal tersebut menjadi hujjah atas mereka, dan agar para rasul as menjadi suri teladan bagi manusia.
  • Allah swt menguatkan para rasul-Nya dengan berbagai bukti yang oleh Al-Quran disebut ayat atau bayyinat sedangkan manusia menyebutnya mukjizat, fungsinya sebagai saksi kebenaran kenabian dan risalah mereka, bahwa mereka benar-benar penyampai dari Tuhan mereka.
  • Kita sebagai mukmin yakin 100prosen bahwa para rasul adalah manusia pilihan yang selamat dari segala bentuk kesalahan dan kekeliruan, bahwa mereka diutus untuk diikuti, ditaati dan diteladani
  • Tidak ada cara dan metode yang benar untuk memahami syariat Allah kecuali melalui Rasul

Tidak ada sistem, pedoman dan tuntunan hidup yang dapat menyelamatkan dan membahagiakan manusia di dunia dan di akhirat kecuali ajaran yang disampaikan oleh para Rasul Allah.

Tamat

(hdn)


Catatan Kaki:

[1] Maksudnya: meletakkan tangan ke dada melalui leher baju.

[2] Maksudnya: air minum mereka beubah menjadi darah.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran Islam yang lengkap dan sempurna ini adalah satu-satunya solusi bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw adalah sumber ajaran Islam yang dijamin orisinalitasnya oleh Allah Taala. Yang harus dilakukan oleh para murabbi (pendidik) adalah bagaimana memahamkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mutarabbi (peserta didik) dan dengan menggunakan sarana-sarana modern yang sesuai dengan tuntutan zaman.
  • errick

    tanya ustadz, definisi mukijat yg berbahasa arab itu sumbernya dari mana… hatur nuhun

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pintar vs Benar