06:35 - Sabtu, 01 November 2014

Bisnis Bank Syariah Masih Lambat

Rubrik: Berita | Kontributor: dakwatuna.com - 06/08/10 | 06:35 | 25 Shaban 1431 H

Logo Perbankan Syariah

Logo Perbankan Syariah

dakwatuna.com – Jakarta. Industri perbankan syariah di Indonesia dinilai masih mengalami perlambatan pertumbuhan. Padahal Indonesia dianggap sebagai salah satu negara berpopulasi muslim terbesar di dunia.

“Praktek syariah di Indonesia masih lambat dibandingkan dengan negara berpenduduk muslim lainnya. Padahal Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar,” ungkap anggota DPR dari Fraksi PKS Sahibul Imam selepas acara Talkshow “Arah Kebijakan Perbankan Syariah ke Depan” di Balai Kartini Jakarta, Kamis (5/8/2010).

Kendati demikian, dalam tiga tahun terakhir bank umum syariah di Indonesia sudah sedikit berkembang. Dari hanya tiga bank umum syariah di tahun 2007 menjadi 10 bank umum syariah (BUS) di tahun 2010. Hingga akhir tahun nanti, diperkirakan masih ada satu BUS lagi yang akan memperkuat bank syariah di Indonesia.

Meski belum berkembang pesat, pencapaian yang sudah ada ini, menurut Sahibul, patut diapreasiasi. Perkembangan bank syariah yang lambat tersebut disebabkan karena belum ada payung hukum yang tepat sehingga bisnis bank syariah juga tumbuh lambat.

“Biasanya industri syariah harus jalan dulu, baru payung hukumnya belakangan,” tambahnya.

Untuk menjembatani hal tersebut, kalangan legislatif akan berupaya mencari solusi agar bisnis bank syariah di Indonesia bisa tumbuh relatif lebih cepat.

Oleh karena itu, lanjut Sahibul, pihaknya meminta kepada kalangan bankir syariah untuk menerapkan obyektifikasi dan memakai asas manfaat. Obyektifikasi yang dimaksud adalah kalangan bankir syariah harus dapat menjelaskan secara obyektif terkait produk-produk yang lebih baik dari bank konvensional.

Sementara asas manfaat adalah bagaimana masyarakat bisa langsung menerima manfaat dari produk bank syariah ini.

“Jika bankir syariah hanya dapat menjelaskan obyektifikasi, tapi tanpa manfaat, calon nasabah pun akan menolak dan masih akan bergantung ke bank konvensional,” katanya.(Didik Purwanto/Koran SI/wdi/oz)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • ummi musa

    1) untuk menabung pasti yg dicari yg mudah penyetoran n penarikanny,tdk semua bank syariah mudah diakses.2)untuk peminjaman,blm dijelaskan kelebihan n manfaatny sdh dberikan prosedur n akad yg rumit n sulit dimengerti….tmpakny bank2 syariah saat ini krng mengsosialisasikn produkny dgn lbih sederhana,bsa dpahami… yg jelas bank syariah harus djadikan alternatif bank konvensional;tp klo tak dpt mberikan manfaat ke masyarakat…jgn salahkn masy. jk perkembangan bank syariah msh lambat…

Iklan negatif? Laporkan!
89 queries in 1,300 seconds.