Home / Berita / Tayangan Religi Selama Ramadan Belum Maksimal

Tayangan Religi Selama Ramadan Belum Maksimal

Seorang anak menonton televisi (republika.co.id)
Seorang anak menonton televisi (republika.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Tayangan televisi bernuansa religius di bulan Ramadhan diakui meningkat, tetapi masih belum maksimal. Masih terdapat program yang justru dianggap merusak dan mengurangi kekhusukan ibadah berpuasa.

Oleh karena itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bidang Kelembagaan, Idy Muzayyad, menyatakan lembaga penyiaran perlu didorong menyajikan program acara yang bermutu dan bermartabat. ”Tayangan di layar kaca seyogyanya berimplikasi pada kesucian Ramadhan,” ujar dia dalam acara Media Gathering mengusung tema “Mewujudkan Tayangan Bermartabat” di Jakarta, Selasa (3/8)

Idy memaparkan, terjadi peningkatan pengaduan tayangan telivisi selama bulan Ramadhan lalu. Program televisi tersebut disinyalir telah melanggar. Tahun 2008 KPI menerima 127 pengaduan tayangan yang terdiri dari kekerasan 14 aduan, porno 17 aduan, mistik atau sara 14 aduan, kebanci-bancian 12 aduan, dan iklan 29 aduan. Pada tahun 2009 pengaduan tersebut meningkat menjadi 181 laporan dengan rincian tayangan kebanci-bancian 25 aduan, iklan 18 aduan, dan sisianya adalah aduan tentang pelecehan agama, kekerasan, pembodohan, kuis dan sinetron yang tidak mendidik.

Langkah antisipasi ke depan, lanjut Idy, diperlukan solusi agar tayangan Ramadhan bermartabat. Dibutuhkan sinergi yang simultan antara pihak terkait di bidang penyiaran. KPI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Production House (PH), Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kemeninfo) diharapkan membahas bersama langkah strategis agar dunia penyiaran lebih bermartabat.”Tak hanya di Ramadhan tapi selamanya,” kata dia. (Budi Raharjo/Nashih Nasrullah/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • rusdy

    klo menurut saya sinetron apapun manfaatnya ga ngaruh( ga aada) dari pemainnya aja jelas……seperti memakai kedok(topeng)…………….

  • wawan

    Para Produser masih masih ngejar untung….tayangan Sinetron sebaiknya dihapus saja..nga’ ada manfaatnya malah merusak generasi muda…jangankan para Artisnya….penontonnya juga bisa ikutan rusak…. KPI action donk..jangan tidur saja….

Lihat Juga

Ilustrasi. (pkpu / izi)

Ramadhan Kekinian