Home / Berita / Konvoi Terbesar Selamatkan Gaza

Konvoi Terbesar Selamatkan Gaza

dakwatuna.com – London, Mantan Anggota Parlemen Inggris dan Ketua Konvoi “Arteri Kehidupan” ke Jalur Gaza, George Galloway, menegaskan bahwa entitas Zionis Israel saat ini sedang mengalami krisis nyata sejak agresi terhadap Jalur Gaza, yang mengakibatkan korban tewas dan luka mencapai 7 ribu warga Palestina, sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Galloway dalam sebuah konferensi di London, Inggris, Ahad (27/6). Dia mengatakan, “Kejahatan serangan terhadap ‘armada kebebasan’ di perairan internasional akhir Mei lalu, yang menewaskan 9 relawan Turki dan melukai puluhan lainnya, telah menyingkap borok entitas Zionis Israel di depan dunia, jauh lebih besar dari sebelumnya, juga setelah laporan Goldstone kemudian krisis pembunuhan pemimpin militer gerakan Hamas Mahmud Mahbub, serta terungkapnya pemalsuan paspor-paspor Eropa.

Dia menegaskan pentingnya berlanjutnya upaya dan usaha rakyat untuk menghancurkan blokade Gaza. Dia menegaskan bahwa perang dan blokade tidak bisa menghancurkan tekad dan perlawanan warga Jalur Gaza. Dia menyatakan bahwa lembaga “Hidup Palestina” telah menyelenggarakan 3 konvoi darat ke Jalur Gaza sejak akhir perang dan akan menyelenggarakan konvoi keempat “Arteri Kehidupan 4” yang berangkat pada pertengahann September mendatang dari taman “Hyde Park “di London, dan akan bertemu dengan konvoi lain yang berangkat dari negara-negara Teluk Arab, dan yang ketiga berasal dari Afrika utara sehingga konvoi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah. (asw/ip)

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Hamas Ingatkan Dunia Akan Bencana yang Mengancam Jalur Gaza