14:12 - Selasa, 02 September 2014

Presiden PKS: Kita Akomodir Seluruh Agama

Rubrik: Berita | Kontributor: dakwatuna.com - 17/06/10 | 23:12 | 06 Rajab 1431 H

Lutfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS (ANTARA/Ujang Zaelani/hp)

Lutfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS (ANTARA/Ujang Zaelani/hp)

dakwatuna.com – Jakarta. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq menegaskan bahwa partainya mengakomodir seluruh (umat) beragama dan tidak hanya terbatas pada Islam.

Luthfi, di sela-sela Musyawarah Nasional ke-2 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Jakarta, Kamis, meluruskan bahwa PKS membuka diri untuk agama lain bukanlah barang baru, hanya saja belum terekspos oleh media massa dengan baik.

Ia menjelaskan, sejak mulai berkiprah pada 1998, PKS meskipun berasaskan Islam telah mengakomodasi kader selain Islam.

“Sebenarnya itu bukan masalah baru karena sudah diakomodir sejak lalu. Kita memberikan apresiasi pada anak bangsa,” katanya.

Sesuai dengan slogan PKS bersih, peduli, dan profesional, PKS memberikan tempat bagi kader-kader dari semua etnis dan agama sepanjang peduli pada bangsa dan negara, serta bersih.

“Penjabaran dari profesional itu apa pun etnik, agama, dan latar belakang, sepanjang punya garis perjuangan yang sama dengan PKS, mau bersama PKS untuk untuk bersih dan peduli maka dia adalah warga PKS,” ujarnya.

Ia menegaskan, PKS adalah partai Islam dan Islam mengajarkan untuk memberikan apresiasi pada semua.

Sementara itu, ketika ditanya tentang perubahan AD/ART untuk disesuaikan dengan kondisi faktual, Luthfi mengatakan bahwa tidak ada perubahan yang fundamental dan hanya berkaitan dengan manajemen organisatoris.

Perubahan AD/ART ini dilakukan untuk optimalisasi peran, tugas, pokok, dan fungsi, serta struktur organisasi saja.

Salah satu poin yang disempurnakan adalah mengenai pergantian dan pemilihan pemimpin di struktur kepengurusan pusat serta wilayah.

Sementara itu, ditemui terpisah anggota legislatif PKS dari Aceh Besar, Norman Hidayat membenarkan bahwa sejak awal, PKS telah membuka pintu seluasnya bagi kader di luar Islam.

Kebijakan tersebut, katanya, sejak awal telah diketahui dan diterima oleh seluruh kader di daerah. PKS, ujarnya, bukan milik orang-orang tertentu saja, tetapi `payung` bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita sangat menerima dan membuka diri. Kita tidak ingin menjadi partai yang eksklusif,” katanya disela-sela acara “Workshop Nasional” bagi anggota legislatif PKS.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, anggota legislatif PKS dari Lanny Jaya, Papua, Terius Yigibalom mengatakan PKS tidak membeda-bedakan antara kader satu dengan yang lain dan memberikan kesempatan yang sama termasuk putra daerah Papua.

“PKS memberikan kepercayaan pada putra daerah untuk menjadi pemimpin. PKS memberikan kepercayaan penuh,” katanya.

Ia sangat mengapresiasi PKS yang tidak pernah sekalipun mengajarkan untuk memeluk agama Islam dan tetap menghargai kader selain Islam.

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (21 orang menilai, rata-rata: 8,10 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
55 queries in 1,249 seconds.