Home / Berita / Ribuan Demonstran Turki Serbu Konsulat Israel, Pemerintah RI Didesak Galang Kekuatan Internasional Beri Sanksi Israel

Ribuan Demonstran Turki Serbu Konsulat Israel, Pemerintah RI Didesak Galang Kekuatan Internasional Beri Sanksi Israel

Para demonstran menunggu di depan Konsulat Israel di Turki untuk memprotes Israel. (Reuters)
Para demonstran menunggu di depan Konsulat Israel di Turki untuk memprotes Israel. (Reuters)

dakwatuna.com – Istanbul. Aksi penyerangan pasukan Israel terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang bertujuan ke Gaza menimbulkan kemarahan warga Turki. Ribuan demonstran di Turki mendatangi gedung Konsulat Israel di Istanbul. Massa melakukan aksi pelemparan batu.

Lusinan demonstran mencoba menerobos masuk ke Konsulat Israel. Namun aparat kepolisian Turki menghalang-halangi mereka.

“Terkutuklah Israel!” seru para demonstran. Demikian dilaporkan stasiun-stasiun televisi Turki, CNN-Turk dan NTV seperti diberitakan Al Jazeera, Senin (31/5/2010).

Pemerintah Turki pun telah memanggil duta besar Israel untuk datang ke Kementerian Luar Negeri Turki di Ankara guna membahas insiden penyerangan kapal-kapal kemanusiaan tersebut.

Menurut Al Jazeera, pejabat-pejabat senior Turki akan mengadakan rapat darurat untuk membahas sikap mereka atas peristiwa tersebut.

Sementara itu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menilai penyerangan terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang berlayar menembus blokade Israel menuju Gaza tidak dapat ditolerir. MPR meminta Pemerintah mendesak dunia internasional agar memberikan sanksi tegas kepada Israel.

“Tindakan itu amat mengusik rasa kemanusiaan. Pemerintah RI harus galang dunia internasional berikan sanksi serius kepada Israel,” kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2010).

Menurut Lukman, kejahatan kemanusiaan Israel sudah melebihi batas kewajaran. Aturan internasional yang mengharuskan misi kemanusiaan tidak boleh diserang pun diabaikan.

Pemerintah diminta tidak tinggal diam melihat kejahatan kemanusiaan Israel ini. Apalagi dalam rombongan kapal tersebut turut serta warga negara Indonesia yang bergabung dalam misi mulia ini.

“Serangan Israel terhadap kapal Mavi Marmara yang antara lain membawa 12 WNI amat tak beradab,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan sekretaris FPPP DPR Romahurmuzy. Menurutnya, PPP mengutuk keras serangan Israel atas kapal Mavi Marmara yang membawakan misi kemanusiaan. Serangan ini menegaskan perilaku Israel sebagai bangsa yang anti kemanusiaan dan anti perdamaian.

“Semakin jelas bahwa Israel adalah negara penghambat terwujudnya perdamaian di kawasan Timur Tengah. PPP meminta kepada pemerintah mengambil langkah yang diperlukan secara bilateral maupun melalui lembaga multilateral guna menjamin keselamatan WNI,” papar Romy

PPP juga meminta pemerintah mengirimkan surat protes kepada PBB atas serangan Israel kepada rombongan misi kemanusiaan ini. “Israel dan Palestina harus mengedepankan cara dialog, menjauhi tindakan kekerasan yang memakan korban tidak perlu, dan menjunjung tinggi seluruh perjanjian yang dibuat,” terangnya. (van/yid/ita/nrl/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 9,21 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • ibnu

    coba renungkan wahai saudara2 semua… innal yahud laa ya’rif illa bil lughoti ssaif.

Lihat Juga

Talk Show Palestine Solidarity Day di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (aspacpalestine.com)

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina