Home / Berita / Rilis Pers / KHARISMA Peringati Hari Kartini dengan Seminar Online

KHARISMA Peringati Hari Kartini dengan Seminar Online

dakwatuna.comKHARISMA Women and Education merupakan sebuah organisasi perempuan Indonesia di Jerman, yang mengupayakan pengembangan kualitas diri perempuan Indonesia di Jerman khususnya dan secara luasnya perempuan Indonesia di berbagai belahan dunia. Kharisma bertujuan tidak hanya memberikan manfaat kepada kaum wanita tetapi juga masyarakat secara luas. KHARISMA Women and Education berdiri sejak tahun 2001 yang diprakarsai oleh mahasiswi dan kalangan perempuan Indonesia. Salah satu program rutin KHARISMA yakni Seminar Online atau biasa disingkat Semol, program ini diselenggarakan tiap dua bulan sekali secara online serta menghadirkan berbagai macam tema dari narasumber yang kompeten di bidangnya.

Seminar Online di bulan April kali ini pun terasa agak berbeda dari biasanya. Dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April lalu dan mempererat hubungan silaturahim antar wanita Indonesia khususnya yang berada di luar negeri, KHARISMA Women and Education bersama Qommunity Radio Jerman, milis Jejak Daffodhil Inggris serta beberapa LSM  luar negeri seperti Salamaa Belanda, PPM-IMUSKA Korea, dan Fahima Jepang mengadakan kegiatan Temu Kangen Wanita Indonesia Luar Negeri dengan tema Kiprah Wanita Indonesia dilandasi Semangat Juang Ibu Kartini. Peserta online dalam Seminar april ini berjumlah kurang lebih 50 peserta yang berada di berbagai negara.

Semol kali ini menghadirkan tiga subtema dari tiga narasumber yang berdomisili di tiga negara sekaligus. Narasumber yang pertama adalah Ibu Tieneke Ayuningrum, beliau merupakan ibu tiga anak dan seorang penulis artikel/opini di beberapa surat kabar. Tema yang beliau sampaikan yakni Wanita, Politik dan Kiprahnya. Dalam pemaparannya Ibu Tieneke menyebutkan bahwasanya wanita mempunyai kesempatan yang sama dalam berkiprah memajukan bangsa. Salah satu data menarik yang beliau sampaikan bahwa partisipasi kaum wanita di parlemen mencapai 40% dan keterlibatan kaum wanita di sektor-sektor  yang signifikan telah membawa perubahan yang cukup penting dalam tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat. Pembicara yang juga merupakan lulusan program Master of Science di bidang sensor teknik dari FH Karlsruhe Jerman ini memaparkan kontribusi yang dapat diberikan oleh wanita-wanita Indonesia di luar negeri diantaranya berbagi informasi mengenai sistem pendidikan, kesehatan ataupun tema penting lainnya dengan sesamanya di dalam negeri. Kontribusi yang lebih nyata mungkin dapat diberikan bagi yang sedang atau sudah melakukan penelitian ataupun aktif mempunyai kontak dan jaringan dengan pihak penting di luar negeri.

Pembahasan kedua disampaikan oleh Ibu Agnes Triharjaningrum dengan tema Aku Bangga Menjadi Seorang Wanita. Beliau adalah seorang lulusan dokter dari Universitas Padjadjaran, Bandung dan saat ini bermukim di Belanda. Beliau menuturkan bahwa perempuan dan laki-laki memang sejajar tapi tidak bisa dipungkiri bahwa wanita dan laki-laki mempunyai perbedaan yang mencolok baik dari segi fisik, perasaan bahkan otak. Misalnya wanita memang lebih empati tapi juga mudah depresi.  Menurut narasumber yang sudah menerbitkan beberapa buku diantaranya Kitchen Table Melody dan Family Traveler ini ada dua hal utama yang dapat kita lakukan dan menjadikan kita bangga sebagai wanita antara lain tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan ketika kita sudah mengetahui benar tugas kita sebagai wanita, saat itulah kita akan melaksanakan apa yang kita sebut dalam sholat-sholat kita  bahwa ibadah, hidup dan mati kita hanya untuk Allah.

Makalah terakhir mengenai Kartini Masa Lalu, Sekarang dan Masa Depan disampaikan oleh Ibu Nurani Nugrahawati Susilo. Beliau merupakan koresponden harian Jawa Pos di London.  Ibu Nurani menyampaikan apa sebenarnya pelajaran yang bisa diambil dari sosok kartini terlepas dari segela kontroversi sejarah mengenai peran Kartini dan apa yang menjadi titik tuju perjuangan Kartini. Menurut beliau ada tiga peran penting dalam sosok Kartini (baca:wanita) masa lalu,sekarang dan masa depan, yakni Kartini sebagai hamba Allah, Kartini sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya, dan tak lupa peran  Kartini dalam masyarakat.

Maka sahabat, sedari itu banggalah kita menjadi wanita. Kita berhak dan dapat berkarya untuk bangsa di berbagai bidang mulai politik, ekonomi ataupun kesehatan tapi juga dengan tidak melupakan fitrah kita sebagai wanita, istri dan ibu. (rilis)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi - Perempuan berkerudung. (flickr.com / Zarfique Blindgraphique)

Perempuan di Kereta

Organization