Home / Berita / Anggota Dewan Mesir Minta Pengusiran Dubes Israel

Anggota Dewan Mesir Minta Pengusiran Dubes Israel

dakwatuna.com – Kairo, Anggota parlemen Mesir,  Ir. Ibrahim Abu Auf menyampaikan permintaan untuk membuat pernyataan yang mendesak kepada ketua dewan kabinet dan menteri luar negeri; terkait dengan prahara kedua yang dialami rakyat Palestina di Tepi Barat yang diduduki penjajah Zionis Israel, mengenai masalah pengusiran mereka dari wilayah tersebut oleh penjajah Zionis Israel.

Abu Auf – dalam sebuah pernyataan yang salinannya diterima koresponden Infopalestina hari, Senin (19/4) – mengatakan, “Zionis memulai pelaksanaan keputusan untuk mengusir tujuh puluh ribu (70.000) orang Palestina yang tinggal di tanah mereka di Tepi Barat di Palestina yang diduduki, dengan dalih sebagai penyusup dari Gaza dan dari luar Palestina ke Tepi Barat. Seolah-olah Tepi Barat dan Palestina yang diduduki Israel, telah menjadi tanah dan hak alami bagi Zionis. Sedang orang-orang Palestina sebagai pemilik asli di Palestina (yang telah menjadi tanah air mereka, tanah kelahiran mereka, kehidupan mereka dan kematian mereka) dalam pandangan Zionis mereka telah menjadi penyusup ilegal.”

Dia menjelaskan bahwa hukum internasional memberikan hak kepada orang Palestina untuk hidup di tanah mereka yang diduduki penjajah. Hak kembali pengungsi Palestina adalah hak orisinil sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.

Anggota parlemen Mesir ini menambahkan, Zionis lah yang telah keluar dari legitimasi internasional. Namun tidak ada yang menghentikannya. Pemerintah Mesir, negara-negara Arab, Liga Arab dan masyarakat internasional tidak berdaya menghadapi pengusiran paksa warga yang tinggal di tanah mereka sendiri.

Karena itu, tegas Abu Auf, negara-negara Arab wajib menarik perjanjian damai Arab dengan Zionis Israel. Pemerintah Mesir wajib mengusir duta besar Zionis dari tanah Mesir, menutup kedutaan Israel dan membekukan perjanjian damai dengan Israel. Dewan Keamanan PBB harus mencegah kejahatan keji pengusiran kedua setelah prahara tahun 1967. Namun sampai sekarang tidak ada seorang pun yang melakukan usaha untuk menghentikan kejahatan keji ini, tegasnya. (asw/ip)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Normalisasi hubungan Turki_Israel (islammemo.cc)

Turki: Normalisasi dengan Israel Tidak Berarti Diam Melihat Serangan ke Gaza