Home / Berita / Hasil KTT Arab Tidak Sesuai Harapan

Hasil KTT Arab Tidak Sesuai Harapan

dakwatuna.com – Gaza, Gerakan perlawanan Islam Hamas mengatakan, hasil KTT Arab di Libya, Ahad (28/3) jauh dibawah harapan rakyat Palestina ataupun keinginan masyarakat Arab pada umumnya.

Disebutkan, sejumlah keputusan yang dihasilkan dalam KTT Arab yang berakhir kemarin Ahad di Libya, tidak menjawab tuntutan ummat. Terutama kaitanya dalam menghadapi arogansi Zionis dalam menjajah sejumlah wilayah Arab serta yahudisasinya di Al-Quda maupun Al-Aqsha.

Dalam surat keterangan Biro Informasi Hamas yang dilansir infopalestina, Ahad (28/3) mengatakan, pilihan KTT untuk tetap mempertahankan perundingan sebagai pilihan setrategis, tanpa membahas pilihan alternative seperti perlawanan, justru akan membuat Israel tambah arogan. Pembicaraan tentang perundingan secara tidak langsung dengan Israel yang mensyaratkan penghentian permukiman Zionis  di wilayah Palestina sudah pernah dicoba dan hasilnya sebagaimana diketahui, bertambah luasnya permukiman Zionis di wilayah jajahan, terutama di Al-Quds, jantungnya kota Palestina.

Hamas menambahkan, rakyat Palestina dan ummat Islam sejak lama telah mengusulkan untuk meninjau ulang pilihan setrategis Arab dalam masalah Palestina, yaitu dengan menyatukan langkah setrateginya di atas persatuan bangsa Arab dalam mendukung perlawanan yang telah terbukti dapat mengusir penjajahan dari Jalur Gaza maupun Libanon selatan, tanpa syarat apapun.

Hamas justru mempertanyakan, kenapa KTT hanya menyerukan penghapusan blokade, tetapi pada saat yang sama tidak melakukan langkah serius dan nyata dalam hal ini. Sebelumnya rakyat Palestina mengharapkan para pemimpin Arab membuat suatu keputusan untuk menghapuskan blokade Gaza secepatnya. Yang berhak mengatur perlintasan Rafah hanya Mesir dan Palestina. sementara pembicaraan mengenai pelimpahan tanggung jawab atas semua akibat blokade kepada Israel tidak membebaskan bangsa Arab dari tanggung jawabnya untuk membuka perlintasan Rafah, tukasnya.

Hamas juga menganggap, keputusan KTT yang mendukung perjuangan warga Al-Quds, sebagai langkah setengah hati dalam melindungi al-Quds dari permukiman Zionis maupun yahudisasi. Arab sebenarnya mempuanyai banyak pilihan untuk memaksa Zionis agar menghentikan kejahatanya di Al-Quds. Seperti minimal dengan melakukan boikot, penutupan kedubes Zionis, penyegelan kantor-kantor perdagangan Zionis di sejumlah ibukota negara Arab, ungkapnya. (asy/ip)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pulau Malé, ibukota Maladewa. (skynews)

Ibukota ‘Surga yang Tertinggal’ Ini Sangat Mungkin Tenggelam Sebentar Lagi

Organization