ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya…

Pertemuan Hamas-Fatah Menuju Rekonsiliasi

4/2/2010 | 18 Shafar 1431 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
email

dakwatuna.com – Gaza, Dr. Khalil al-Hayya, anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, menyambut baik kunjungan Komite Pusat Fatah Nabil Shaath dan bertemu dengan delegasi Hamas. Dia menegaskan bahwa pertemuan seperti ini mengarah ke depan pada hubungan bilateral antara dua gerakan Hamas dan Fatah, sekaligus sebagai langkah menuju rekonsiliasi Palestina.

Hal tersebut disampaikan Hayya dalam jumpa pers bersama dengan Nabil Shaath, setelah pertemuan pada Rabu malam (3/2) di Hotel “Grand Place” di pantai Laut Gaza. dia mengatakan, “Pertemuan-pertemuan semacam ini disambut baik oleh Hamas dengan harapan besar.” Untuk itu akan diadakan pertemuan lebis luas untuk membahas beberapa topik dan isu-isu tentang masalah Palestina.

Pada gilirannya, anggota Komite Sentral Fatah Nabil Shaath, mengatakan bahwa kunjungannya ke Jalur Gaza adalah keputusan Dewan Revolusi Gerakan Fatah dan berangkat dari keinginannya pribadi untuk mengunjungi Jalur Gaza guna mengakhiri perpecahan. Dia menjelaskan bahwa mereka telah secara resmi ditugaskan untuk berunding dengan Hamas untuk membahas rekonsiliasi.

Shaath mengatakan senang bisa tiba di Gaza. Dia menolak berbicara tentang apa yang terjadi pada pertemuan itu. Dia merasakan ada harap pada kunjungan yang mempertemukan dirinya dengan para petinggi Hamas tersebut. Dia berharap kunjungan ini bisa mengakhiri perpecahan Palestina dan menyatukan Tepi Barat dan Gaza.

Dia melanjutkan, “Kami berupaua untuk mengakhiri pendudukan dan blokade, untuk membangun negara Palestina dan merealisasikan harapan rakyat Palestina yang mereka impikan mereka perjuangkan.” Dia berharap pertemuan ini menghasilkan sebuah aplikasi praktis, seperti yang disepakati dalam rangka konsolidasi usaha atas nama rakyat Palestina.

Shaath menyatakan bahwa dirinya datang ke Gaza untuk kembali ke sana lagi. Dia menyatakan tidak keberatan untuk bertemu dengan siapapun. “Karena kunjungan ini tidak terbatas, ada kemungkinan untuk melakukan pertemuan dengan lebih seorang pejabat.” (asw/ip)


Topik: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 8,33 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • ismady

    apakah hukumnya valentine bagi umat muslim

    • agus

      hukumnya kafir.

  • rifky

    semoga Allah menyatukan gerak perjuangan rakyat palestina dan menguatkan ikatan hati mereka dalam menegakkan hal-hak kaum mukmin di palestina. Islam semakin berjaya.Amiiin

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Tentara Zionis dan Turis Nodai Masjid Al-Aqsha