Home / Berita / Dubai Ancam Israel Jika Terbukti Terlibat

Dubai Ancam Israel Jika Terbukti Terlibat

dakwatuna.com – Dubai, Dubai akan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika ditemukan terlibat dalam pembunuhan seorang petinggi militer Palestina di Emirat, demikian bunyi laporan dalam surat kabar Nasional milik pemerintah Emirat pada hari Jumat (5/2).

Khalfan Dhahi selaku kepala polisi Dubai, mengatakan bahwa agen mata-mata Israel Mossad bisa saja berada di balik pembunuhan pada 20 Januari terhadap Mahmoud al-Mabhuh, seorang pendiri sayap militer gerakan Palestina Hamas, di dalam sebuah kamar hotel mewah.

Hamas menyalahkan Israel karena membunuh Mahmoud al-Mabhouh, salah satu komandan militer teratas, di sebuah hotel Dubai pada bulan lalu. Terkait hal ini, Israel telah menolak memberikan komentar.

Polisi di Uni Emirat Arab mengatakan mereka menduga seorang asing yang masuk dalam geng kriminal telah membunuh Mabhouh di kamar hotelnya, dan kini mereka tengah menyelediki lebih dalam adanya kemungkinan keterlibatan agen mata-mata Israel.

“Netanyahu akan menjadi orang pertama yang akan dicari untuk keadilan sebagaimana ia telah menjadi salah satu yang menandatangani keputusan untuk membunuh al-Mabhuh di Dubai,” Jelas Khalfan sebagaimana dikutip dalam koran Nasional.

“Kami akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya,” kutip surat kabar berbahasa Inggris lainnya teribitan Abu Dhabi. Lebih lanjut dalam pemberitaan tersebut juga dikatakan bahwa al-Mabhuh diduga dibunuh dengan menggunakan metode Mossad yang tidak rumit. (mirzah/arby/knrp)

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 9,84 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Emirat Mendukung Rezim Diktator Al-Assad di Suriah?