ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

Haniyah Dukung Turki Lawan Rasisme Zionis

13/1/2010 | 26 Muharram 1431 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Gaza, Pemerintah Palestina pimpinan PM Ismail Haniyah, menyatakan dukungannya pada Turki dalam melawan “tindakan rasis” yang dilakukan penjajah Zionis. Hal tersebut ditegaskan pemerintah Palestina usai sidang pekanan yang dilaksanakan di kotaGaza, Selasa (12/1). Pemerintah Haniyah menegaskan tindakan seperti itu “mengungkap wajah buruk penjajah dan perilakunya yang memalukan.”

Dalam sidang tersebut pemerintah Palestina juga membahas sejumlah persoalan penting, terutama mengenai eskalasi Zionis terhadap Jalur Gaza, mengenai hubungan Mesir-Palestina, tentang realitas Palestina di kota al Quds, dan konvoi bantuan yang tiba di Jalur Gaza baru-baru ini.

Pemerintah Haniyah mengutuk eskalasi Zionis di Jalur Gaza, yang mengungkap hakikat penjajah yang agresif. Masyarakat internasional diminta untuk “memikul tanggung jawabnya dalam menghentikan serangan teroris ini.”

Sementara faksi-faksi Palestina diseru agar menyatukan sikap dalam menghadapi perkembangan keamanan baru dan menghormati consensus nasional demi kepentingan tinggi bangsa Palestina.

Mengenai hubungan dengan Mesir, pemerintah Haniyah menegaskan pihaknya terus memantau jalannya penyelidikan yang dilakukan terkait dengan peristiwa di perbatasan Palestina-Mesir yang menewaskan aparat keamanan Mesir. Pemerintah Haniyah menegaskan komitmennya untuk menjalin “hubungan yang baik dengan Mesir”.

Terkait dengan kedatangan konvoi bentuan di Jalur Gaza, pemerintah Haniyah menegaskan ini sebagai “bukti bahwa nurani dunia dan masyarakat internasional berdiri bersama rakyat kami dan melawan blokade yang gagal mencapai tujuannya untuk menurunkan pemerintah (Gaza) dan memenangi hasil pemilu.”

Pemerintah Haniyah juga mengutuk apa yang disebut “propaganda informasi yang dilakukan oleh media massa gerakan Fatah, yang menyerang Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi.” Perilaku ini dinilai sebagai tindakan keterlaluan dalam menyerang tokoh umat hanya untuk memuaskan penjajah dan pemerintah Amerika. Tindakan seperti itu sekaligus mencerminkan kenyataan krisis yang melanda otoritas Ramallah dan loyalitasnya pada pihak asing.

Berkenaan dengan apa yang terjadi di al Quds, pemerintah Haniyah mengutuk tindakan rasis pasukan penjajah di kota al Quds, termasuk pencabutan identitas warga al Quds dan larangan para tokoh dan pemimpin Arab untuk masuk kota al Quds.

Tindakan seperti ini, menurutnya, bertujuan untuk memperkuat kontrol terhadap kota al Quds dan yahudisasi kota, di samping kejahatan yang dilakukan terhadap masjid al Aqsha dan tempat-tempat suci Islam dan Kristen.” (asw/ip)

email

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 9,60 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • Masri Sitanggang

    Allaahumma a’izzal Islaama walmuslimin wakhdzul man khadzaladdiin, wa ahlikil kafarata wal musyrikiin wa dammir a’daa-addiin. Allaahummanshur man nasharaddiin warfa’ kalimatal mukminin bi rahmatika yaa arhamarrahimin.

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia