Home / Berita / Aleg-Aleg Inggris Tuntut Blokade Segera Dicabut

Aleg-Aleg Inggris Tuntut Blokade Segera Dicabut

dakwatuna.com – London, Aleg-aleg Inggris meminta kepada dunia internasional membebaskan blokade dari Jalur Gaza dan menghentikan penderitaan 1,5 juta warganya yang hidup sangat sulit serta segera memulai rekontruksi wilayah itu segera.

Para aleg Inggris yang ikut dalam konferensi persnya Kamis kemarin (21/1) di London menegaskan daruratkan menggelar kunjungan resmi Inggris ke Jalur Gaza untuk melihat langsung kondisi kemanusiaan di sana. Mereka menyerukan kepada Menteri Luar Negeri Inggris, David Milaband dan seluruh Menlu-menlu negara Eropa untuk mengunjungi Jalur Gaza segera tanpa menunda-nunda.

Aleg Jeerylad Kovman menegaskan, dirinya akan terus berupaya di parlemen Inggris dan pemerintahnya agar memblowup kondisi Jalur Gaza dan menekan agar aksi pembelaan warganya terhadap Jalur Gaza didukung.

Ia menilai pemerintah penjajah Israel sekarang ini sebagai pemerintah paling ekstrim disbanding pemerintah penjajah yang ada. Ia menyebut Menlu Israel Avigdor Lieberman sebagai sosok rasis yang ingin mengusir warga Palestina dari Palestina dan menyebut Mentri Perang (Menhan) Israel, Ehud Barack sebagai penjajat perang.

Aleg Inggris ini mengatakan, “Saya terperangah dan terpukul ketika berkunjung ke Jalur Gaza beberapa hari lalu. Tingkat kerusakan akibat agresi Israel tidak bisa digambarkan.” Ia menuding dunia internasional bertanggungjawab atas blokade terhadap Jalur Gaza dan meminta agar bergerak segera membebaskannya.

Aleg lainnya, Martin Lanton yang juga sudah mengunjungi Gaza pasca agresi mengungkapkan penyesalannya yang mendalam atas ketidakadanya rekontruksi Jalur Gaza dan pembersihan bekas perang. “Sekolah-sekolah masih runtuh, pabrik masih belum beroperasi, semua masih dalam kondisi seperti pasca perang dan Israel seharusnya membebaskan Jalur Gaza dari blokade.

Ia menegaskan pentingnya Inggris mendukung laporan komisi PBB pimpinan Goldstone. Ia sendiri tidak percaya dengan laporan Goldstone kecuali setelah mengunjungi Jalur Gaza. Laporan itu sendiri tidak meninggalkan sisa-sisa kejahatan Israel kecuali sangat sedikit.

Lord Nadlir Ahmad terhadap statemen aleg-aleg Inggris tersebut dan meminta agar undang-undang “pengadilan terhadap penjahat perang Israel dan menyerukan agar mereka diberi sanksi”. (bn-bsyr/ip)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,78 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tembok rasis di Palestina. (alresalah.ps)

Guna Hadapi Terowongan Bawah Tanah Hamas, Israel Bangun Tembok Rasis di Gaza