Seorang Mahasiswi Melawan Perampok Usai Shalat Subuh

24/8/2009 | 03 Ramadhan 1430 H | Hits: 951
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Medan. Seorang mahasiswi, Arti Kurniati, nekad melawan perampok berinisial BS, penduduk Deli Serdang, yang berusaha merampas gelang emas milik orang tua Arti, Minggu (23/8) di Jalan Teratai Simpang Pemda Kec. Medan Selayang. Saat itu, Arti Kurniati dan ibunya, Delviana Sembiring hendak pulang usai menunaikan salat subuh.

Arti yang merupakan atlit bela diri itu refleks melawan ketika perampok itu lengah dan menguncinya dengan jurus yang dimiliknya.

Dalam kepitan Arti Kurniati itu, sang perampok sempat mengeluarkan tembakan tiga kali meski tidak mengenai mahasiswi Unimed tersebut.

Masyarakat di sekitar kejadian memberikan bantuan setelah mendengar jeritan Delviana Sembiring dan menghajar perampok itu hingga tewas.

Polisi yang mengetahui peristiwa itu turun ke lokasi kejadian dan menemukan sebuah senjata api jenis revolver, yang diduga kuat milik Aiptu Suharto, personil Poltabes Medan yang sempat kritis dibacok perampok pada November 2008.

Polisi menjamin Arti Kurniati (19), mahasiswi Universitas Negeri Medan, yang melawan perampok sampai perampok itu tewas, tidak akan diperkarakan karena tidak bersalah.

“Justru, polisi berterima kasih karena dia berani melawan penjahat,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar di Medan, Senin.

Baharudin menyatakan, pemeriksaan yang dilakukan Poltabes Medan atas peristiwa itu bukan bertujuan untuk mencari bukti kesalahan pihak mana pun, melainkan hanya untuk melengkapi berkas penyebab kematian pelaku kejahatan bersenjata api tanpa izin tersebut.

“Kalau ada yang harus menjadi tersangka, justru perampok yang tewas itu,” tegas Baharudin. (ant)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (22 orang menilai, rata-rata: 9,73 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 6 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »