Sejarawan Yahudi: “Bangsa Yahudi” Tidak Ada Dalam Sejarah

10/12/2009 | 22 Zulhijjah 1430 H | Hits: 1.231
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

sejarahwan yahudidakwatuna.com – Yerusalem, Sejarawan Yahudi, Shalomo Sand, dosen di University of Tel Aviv, menampik adanya jejak keberadaan apa yang disebut “Bangsa Yahudi” dalam sejarah. Dia menegaskan bahwa “Israel” terlahir atas perampasan tanah warga asli tahun 1948.

Hal tersebut dinyatakan Sand pada seminar yang diselenggarakan Selasa malam di Brussel, seperti dikutip kantor berita Franz Pers. Sand mengatakan kemungkinan bahwa orang-orang Hamas adalah keturunan Daud, jauh lebih mungkin daripada kemungkinan saya adalah anak cucunya. Dia menilai bahwa”bangsa Yahudi datang dari Alkitab; artinya itu adalah suatu hayalan yang diciptaan secara fantastis.

Dia menegaskan dirinya tidak dapat menemukan di perpustakaan kampus, yang berisi ribuan buku, satu buku pun tentang sejarah yang berbicara tentang sejarah Yahudi, atau apa yang disebut tawanan Yahudi dari Palestina.

Sand kembali menegaskan dalam bukunya “Bagaimana Bangsa Yahudi Diciptakan?” – yang menimbulkan keributan setelah diterbitkan – menyangkal keberadaan apa yang disebut bangsa Yahudi. Dia menilai itu hanyalah sebuah mitos yang dibangun di atasnya negara penjajah.

Sand mengatakan, negara (Israel) lahir karena perampasan tanah warga asli Palestina tahun 1948. Dia, “Saya bukan Zionis.” (seto/ip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (33 orang menilai, rata-rata: 9,45 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 7 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »