PWNU Jabar Usung Hafidz Utsman

26/8/2009 | 05 Ramadhan 1430 H | Hits: 321
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Bogor. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan mengusung kader terbaiknya, KH Hafidz `Utsman, sebagai figur yang akan diperjuangkan untuk memimpin PBNU pada Muktamar ke-32 NU di Makassar, Sulsel 2010.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jabar KH Agus Salim Mawardi kepada ANTARA di Bogor, Rabu, mengemukakan, PWNU Jabar mempunyai banyak stok kader yang dapat diperjuangkan untuk memimpin PBNU ke depan.

Namun, dari sekian banyak kader NU Jabar, kader yang paling layak diusung hanya seorang figur, yakni KH Hafidz `Utsman, baik di syuriah maupun tanfiziah.

“Tanpa mengecilkan dan menafikan keberadaan kader lain, PWNU Jabar akan mengusung KH Hafidz `Utsman sebagai figur pimpinan PBNU ke depan,” katanya.

Saat ini, KH Hafidz `Utsman menjabat sebagai salah seorang Rais Syuriah PBNU periode 2004-2009. KH Hafidz juga tercatat sebagai Mustasyar di PWNU Jabar. Aktivitas lainnya yaitu sebagai Ketua MUI Jabar.

Pada kepanitiaan Muktamar ke-32 NU yang akan dihelat lima bulan mendatang, KH Hafidz `Utsman menduduki jabatan paling strategis yaitu sebagai Ketua Panitia Muktamar.

Pimpinan Pesantren Ibnu Aqil Laladon Ciomas Kabupaten Bogor tersebut membeberkan sejumlah alasan mengapa PWNU Jabar akan memperjuangkan KH Hafidz `Utsman pada Muktamar NU, antara lain sebagai seorang kader Hafidz `Utsman meniti karir dari bawah dan paling senior.

“Di PBNU wakil Jabar yang rekam jejak karirnya dari bawah hanya KH Hafidz `Utsman. Beliau juga paling senior,” katanya.

Selain itu, lanut Agus, Hafidz `Utsman tidak terlibat dalam politik praktis. Kader Jabar lain yang saat ini ada di PBNU umumnya sudah terlibat politik praktis dengan menjadi partisan pada salah satu partai.

Ada kader PWNU Jabar yang aktif di Baitul Muslimin Indonesia (BMI) bentukan PDIP, ada yang terlibat di PKB, PPP, dan berbagai partai.

“Pak Hafidz tidak terjebak dalam politik praktis. Beliau ulama pesantren tulen yang nonpolitikus. Saya kira beliau akan lebih diterima oleh para muktamirin, yang umumnya menghendaki agar NU menjalani depolitisasi sesuai dengan amanat Khittah 1984,” papar dia.

Alasan lain yang menjadi pertimbangan PWNU Jabar mendorong ulama kelahiran Banten memimpin PBNU, karena resistensinya paling kecil. Figur Hafidz `Utsman cenderung bisa diterima oleh pengurus cabang NU (PCNU) di Jabar, karena resistensinya paling kecil dibandinhgka yang lain.

“Faktor resistensi itu menjadi perhatian karena akan sangat mempengaruhi tingkat penerimaan PCNU dan PWNU lain pada muktamar kelak,” katanya.

Dari sisi kapasitas, sambung Agus, kemampuan Hafidz juga sudah teruji dan tidak diragukan lagi. Kapasitasnya sudah memadai untuk mengemban amanah tinggi di PBNU.

Begitu pula dari sisi jaringan, Hafidz memiliki hubungan luas, baik dengan sesama komponen NU maupun jarungan lainnya, baik skala lokal maupun nasional.

“Analisa kami, Hafidz sangat layak diperjuangkan memimpin PBNU, apalagi beliau merupakan figur yang sangat ihlas dalam berjuang,” katanya.

Hingga kini, PWNU Jabar terus melakukan berbagai upaya sosialisasi internal terhadap 26 PCNU kabupaten/kota yang ada di Jabar agar solid memperjuangkan KH Hafid `Utsman.

Mengenai posisi yang akan dibidik dalam muktamar mendatang, lanjut Agus, pihaknya masih menganalisa perkembangan. Pasalnya pemunculan Hafidz akan dikombinasikan dengan tokoh dari wilayah lain sehingga dapat melakukan sinergi dalam muktamar.

“Kami baru final dalam hal figur yang akan diperjuangkan, namun dari sisi posisi masih akan menganalisa apakah di syuriah atau tanfidziyah. Pak Hafidz layak di syuriah maupun tanfiziah,” katanya. (ant)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • redy mengatakan:

    Selamat berjuang NU…. terus JAYA
    tapi aku koq heran dengan seorang oknum NU di Kab.Tanggamus Lampung, beliau memesan barang cetakan di sebuah usaha percetakan, yaitu memesan jadwal puasa ramadhan. Setelah cetakan selesai di kemudian hari, oknum tersebut datang mengambil cetakan tanpa memberitahukan kepada kasir dan pergi begitu saja tanpa meninggalkan nota pembayaran apalagi mau membayar dan meninggalkan tanpa permisi.!!
    Begitukan seorang yang berjiwa Nahdlatul ‘Ulama kini….????

  • Rahmat Surur mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Setiap orang boleh saja menyampaikan ungkapan perasaannya, namun segalanya akan kembali ke orang tadi.
    Apakah semata-mata bagian dari suatu pencerahan/kemaslahatan/kebaikan/kemajuan/investasi amal/ atau apa saja yg dipandang bermanfa’at dan dinilai baik untuk kepentingan masyarakat pada umumnya ? Atau di balik itu semua, ada harapan lain/keinginan/meraih sesuatu/sebagai media untuk ambisi pribadi/ atau semisalnya hanya sebatas kepentingan sesa’at/individu atau…

    • Rahmat Surur mengatakan:

      Assalamu’alaikum wr. wb.
      Setiap orang boleh saja menyampaikan ungkapan perasaannya, namun segalanya akan kembali ke orang tadi.
      Apakah semata-mata bagian dari suatu pencerahan/kemaslahatan/kebaikan/kemajuan/investasi amal/ atau apa saja yg dipandang bermanfa’at dan dinilai baik untuk kepentingan masyarakat pada umumnya ? Atau di balik itu semua, ada harapan lain/keinginan/meraih sesuatu/sebagai media untuk ambisi pribadi/ atau semisalnya hanya sebatas kepentingan sesa’at/individu atau…

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »