Polisi London Bentrok dengan Demonstran Anti-Islam

13/9/2009 | 23 Ramadhan 1430 H
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – London. Polisi anti-huru-hara, Jumat, turun- tangan guna memadamkan bentrokan antara umat Muslim dan ekstremis anti-Islam yang melancarkan protes di luar satu masjid di London saat peringatan serangan 11 September, kata seorang koresponden AFP.

Polisi bertindak setelah sekelompok pemuda Muslim yang marah, sebagian memakai topeng di wajah mereka, melemparkan tongkat dan batu ke segelintir pemrotes anti-Islam di dekat masjid di Harrow, sebelah barat-laut London.

“Ini Inggris, saya mesti diizinkan berdemonstrasi,” kata salah seorang dari kelompok sebanyak 12 pemrotes anti-Islam yang mencukur bersih jenggot mereka.

“Saya mempunyai dua putra di militer. Mereka dikirim untuk bertempur di Afghanistan, tapi polisi tak ingin membela kami di sini hari ini,” kata pria itu, yang berusia 40-an tahun dan tak mau menyebutkan identitasnya.

Dalam suasana tegang setelah bentrokan awal mereda, polisi mengelilingi pengunjuk rasa berkulit putih, untuk membentengi mereka dari umat Muslim yang marah dan berada sekitar 500 meter dari masjid tersebut.

Unjuk rasa itu di dekat Masjid Pusat Harrow diselenggarakan oleh Stop Islamification of Europe (SIOE), yang menyatakan sebelum demonstrasi tersebut bahwa kelompok anti-Islam itu berencana “mengadakan unjuk rasa damai”.

Stephen Gash dari SIOE, yang memiliki moto “Rasisme adalah bentuk paling rendah dari kebodohan manusia, tapi Islamofobia adalah puncak akal sehat”, mengatakan sebelum unjuk rasa, “Kami tak ingin ada masjid lagi sampai semua kebencian ini dapat dikeluarkan.”

Keprihatinan mengenai kerusuhan telah mencuat akibat bentrokan pekan sebelumnya saat pawai terbuka guna menentang fundamentalisme Islam yang diselenggarakan oleh kelompok sayap-kanan, English Defense League (EDL).

Lebih dari 300 orang ditangkap di Birmingham, Inggris tengah, ketika demonstran bentrok dengan pegiat anti-fasis. (ant)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 8,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • juhriyanto,S.Pd.I mengatakan:

    Kalau ada seseorang manusia mencuri misalnya bukan berarti semua manusia harus dihukum,cukup sipelaku pencurian saja yang kena sangsi hukum bukan semua.Lagian berdasarkan saksi mata para wartawan as sendiri peristiwa 11 september merupakan konpirasi politik Bush yang haus darah dan pembenaran aneksasinya terhadap negara-negara muslim mayoritas.Mari kita berkepala dingin, lagi pula buat apa selalu membuka-buka lama.Masih banyak persoalan kedepan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik.Berfikirlah !

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »