Pergaulan Anak Harus Jadi Perhatian Orang Tua

7/10/2009 | 17 Syawal 1430 H | Hits: 726
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Jayapura. Pergaulan anak harus menjadi perhatian orang tua untuk mencegah terjadinya segala kemungkinan yang tidak diinginkan akibat gaya pergaulan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat maupun ajaran agama.

Hal tersebut disampaikan dr. Caroline MSc SpKj salah seorang psikiater, di Jayapura, Selasa, menanggapi perkembangan gaya hidup anak muda sekarang ini yang banyak dipengaruhi budaya barat yang tidak mendidik.

“Anak-anak, termasuk yang sudah memasuki usia remaja merupakan fase pertumbuhan yang cukup kompleks karena pada saat tersebut aspek biologis, psikologis maupun emosional mereka sedang berada dalam puncak perkembangan,” ujarnya.

Pada saat tersebut, anak dan remaja mudah sekali dipengaruhi lingkungan sekitar. Pengaruh itu bisa berasal dari anggota keluarga selain orang tua, teman-teman sekolah, teman bermain maupun masyarakat sekitar melalui berbagai media baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut ia, pengaruh tersebut dapat berupa hal yang positif maupun negatif. Oleh sebab itu, penting bagi para orang tua memperhatikan gaya pergaulan anak-anak dengan senantiasa membentengi mereka dengan kasih sayang serta pemahaman agama dan pendidikan moral secara optimal.

Lebih lanjut dia mengatakan, perhatian terhadap pergaulan anak ini dilakukan agar mereka tidak terjerumus pada hal-hal yang buruk, seperti seks bebas, konsumsi narkoba, tawuran serta tindakan-tindakan lainnya yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama dan norma masyarakat pada umumnya.

“Orang tua harus tahu dengan siapa saja anak-anak mereka bergaul, di mana tempat bermainnnya dan mengikuti dengan cermat perkembangan emosional mereka sembari memberi masukan dan nasihat agar tetap berada dalam jalur yang benar,” katanya.

Dia menyayangkan gaya pergaulan anak muda saat ini yang semakin jauh dari tuntunan agama, bahkan cenderung mengikuti gaya hidup bebas nilai yang bersifat hedonistik atau senang berhura-hura.

Sementara itu, tampaknya masyarakat pun telah bergeser menjadi semakin individualistik sehingga tidak ada lagi kepedulian terhadap satu sama lain untuk saling menjaga serta melindungi diri dan kehormatan.

“Pada akhirnya, keluarga merupakan unit terkecil dan benteng terakhir bagi anak berlindung dari pengaruh buruk lingkungan sekitarnya dan orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kehidupan anak-anak mereka,” ujar Lestari. (ant)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 8,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • dilla daniari mengatakan:

    sya anak cwe usia 14th… msh SMP…
    mnrt sya ortu thu mang hrs mrhatiin anaqnya pha lgi mskh pergaulan…
    tpi klw trllu brlbhan kyk ortu sya? ini gx blh,.. itu jga gx blh.. pergi hrs di introgasi…
    sya seneng sich, ortu sya prhatian tpi sya jga tertekan… mang sya tahanan?? terllu over… aplgi kakak sya klw udh dha drmh…. ska ngatur n ngelarang ini itu…
    sya slah eeeaa???

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »