Pemerintah Indonesia: Masalah Inti Palestina adalah Penjajahan

7/1/2009 | 09 Muharram 1430 H | Hits: 1.148
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Jakarta, Di tengah derasnya kecaman dunia internasional terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 500 orang, sejumlah negara Barat justru menyatakan bahwa aksi Israel tersebut adalah semata-mata untuk membela diri. Terhadap hal ini, Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda menegaskan, hal tersebut keliru dan merupakan upaya untuk menggeser permasalahan.

“Sebagian negara Barat menggeser permasalahan ini sebagai pembelaan Israel terhadap (serangan) Hamas. Justru rakyat Palestinalah yang berhak membela diri,” tegasnya dalam sesi tanya jawab dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri di Departemen Luar Negeri Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2009).

“Masalah inti di Palestina adalah penjajahan Israel atas Palestina. Oleh karena itu solusinya adalah pembentukan negara Palestina merdeka,” tegasnya.

Dijelaskan Menlu, RI senantiasa menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk kembali ke meja perundingan. “Anjuran kita kepada Hamas agar terbuka dan mau melakukan negosiasi menyangkut masalah Palestina,” imbuhnya.

Seruan serupa ditujukan kepada Israel. “Hentikan agresi, tetapkan gencatan senjata, tempatkan pasukan pengawas gencatan senjata, dan buka kembali dialog,” jelas Menlu.

Sementera itu Israel menggunakan zat berbahaya ketika menggempur warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam katagori “senjata kimia”. Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.

Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.

Inilah bukti kemunafikan negara-negara Barat seperti AS yang tetap memberikan dukungan buta pada Israel meski rezim ilegal itu telah menggunakan senjata kimia berbahaya terhadap warga sipil.

Bedakan dengan sikap AS terhadap Irak, yang merasa perlu menumbangkan Saddam Hussein dan menghancurkan Irak dengan tuduhan Irak memiliki senjata pemusnah massal berbahaya. Padahal tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga sekarang. Tapi ketika Israel yang menggunakan senjata pemusnah massal, AS tidak berbuat apapun untuk menghentikan Israel.(detik/em/ln/prtv/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 5,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 4 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • heny mengatakan:

    AS memang ahli fitnah, mengumbar fitnah kesana-kemari….kasus WTC, kasus Irak tidak pernah terbukti kebenarannya…..dan sekarang kaum kuffar dengan lantang berkata, kasus Palestina adalah kesalahan Hamas, Israel hanya membela diri…apa gak salah tuh? Siapa sih yang didzhalimi, siapa yang telah melakukan pembantaian….hati mereka benar-benar telah ditutup….Semoga Allah senantiasa memberikan kemampuan kepada kaum Muslimin di seluruh dunia ini untuk bisa melawan orang-orang kafir yang terang-terangan memusuhi dan ingin menghancurkan Islam

  • ammar sholahuddin mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    Sepertinya AS yang merupakan negara adidaya, ternyata dihadapan Israel tidak lebih merupakan dari bonekanya Israel. Semoga Obama menginsyafi kondisi ini dan berani bertindak demi menegakkan kemanusiaan dan keadilan. Semoga……….

  • singgihs mengatakan:

    kalo palestina merdeka, wilayahnya yang mana, pak Hasan Wira? yang sebelum 1967 atau sebelum 1948?

  • ika mengatakan:

    dialog bagaimana pak menlu???
    sejak dari zaman dulu bangsa Yahudi tidak memngenal yg namanya dialog,perundingan atw apa pun itu namanya.yang ada justru mereka selalu mengkhianati hal yg telah disepakati.Smoga Allah membalas mereka dg balasan yg yang paling sakit. Amiiin

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »