Palestina Cetak Penghafal Al-Qur’an

7/7/2009 | 15 Rajab 1430 H | Hits: 709
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

Haniya di Tengah-Tengah Para Penghafal Qur'andakwatuna.com - Ismail Haniya, PM Palestina menegaskan bahwa kunjungannya dan pertemuannya dengan penghafal Al-Quran di kamp pengungsi Al-Furan merupakan kebanggaan agung bagi pemerintah Palestina dan rakyatnya. Ia juga merupakan mahkota kehormatan dan karunia besar dari Allah. “Alangkah indahnya kita berjumlah di atas meja Al-Quran dan memulai hari ini dengan ditemani para penghafal Al-Quran” tegas Haniya bangga.

Haniya mengisyaratkan bahwa pemerintah Palestina bekerja mencetak generasi Qurani untuk mendukung dasar dan bangunan masa depan. Sebab Israel yang membidik tanah Palestina dan akidah umat harus dihadapi dengan generasi berperadaban yang bepegang tegu dengan Al-Quran dan ajaran-ajarannya. Ia menegaskan bahwa hal itu lebih penting dari strategi yang direncanakan oleh pemerintah. Sebab Al-Quran dan kekuasaan tidak bisa dipisahkan. “Jika keduanya dipisahkan maka umat akan hancur”, tegas Haniya.

Pernyataan Haniya itu disampaikan kemarin Senin (6/7) dalam kunjungan lawatannya memeriksa kamp pengungsi Al-Furqan dan Kanzol Hufadl disamping mengunjungi radio Al-Quran.

Haniya menyampaikan apresiasinya kepada para pengelola dan guru penghafal Al-Quran. Ia mengutip hadits Rasulullah saw, “Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari Kitab Allah maka ia mendapatkan pahala dari ayat yang ia ajarkan setiap kali dibaca,”. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Departemen Wakaf yang diwakili oleh Menteri Dr. Thalib Abu Syir dan para pekerja yang terlibat dalam program penghafal Al-Quran.

Sementara itu Menteri Wakaf Palestina Dr. Thalib Abu Syir menegaskan bahwa hari itu adalah hari paling mulai dari hari-hari Palestina dan Jalur Gaza sebab pihaknya mencatat dengan bangga ribuan penghafal Al-Quran.

Dr. Abu Syi’r menegaskan bahwa Departemennya tahun lalu telah meluluskan 2000 penghafal Al-Quran putra dan putri sementara tahun ini akan meluluskan mendekati 6500 penghafal Al-Quran putra dan putri. Ini merupakan capaian terbesar di tengah prahara dan blockade yang menimpa rakyat Palestina.

Abu Syi’r menghargai PM Ismail Haniya atas peran dan dukungan serta bantuannya dalam menghafal Al-Quran karena telah mengeluarkan keputusan memotong 1 % gaji pegawai pemerintah untuk mendukung program hafalan Al-Quran dan juga mengkhususkan waktunya untuk memantau mereka.

Dalam kunjungannya di radio Al-Quran, Haniya sempat melantunkan ayat suci Al-Quran dan mengumandangkan adzan dhuhur secara on air. (bn-bsyr/ip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (14 orang menilai, rata-rata: 9,79 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 5 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • tini mengatakan:

    subhannallah…
    ya Rabb,..ingin sekali diri ini bergabung dlm barisan saudari2ku disana ( penghafal qur’an) dan melepas diri dari keduniawiaan..tapi,..mungkin ini merupakan jihad ku (kuliah,kerja&dakwah)
    sungguh…lelahku selalu menyapa hari2ku,..tapi..apadaya??aku yakin pasti ada hikmah dan pahala yg Kau berikan utk hamba2MU yg berusaha

    ya Rabb,..izinnkan aku, suatu saat nanti mnjadi penghafal qur’an
    rindu hati ini utk mnjemput cahya&ridhaMU ya Allah…

    izinkanlah…

    • arpandi mengatakan:

      menjadi para penghafal Al qura’n, itu semua dambaan semua ummat muslim, tetapi untu menjadi seperti itu tidak semudah membalikan telapa tangan, tetapi saya yakin, jika antum memang ingin menjadi para penghafal Al qur’an pasti bisa, karena al qur’an akan di mudahkan atas orang-orang yang mau mempelari nya. (wakkahu ‘alamu bishawab)

  • siti aisyah mengatakan:

    askum…
    maaf sebelumnya saya mau tanya.
    saya baru belajar menghafal alquran, niat saya sudah ada sejak dulu, namun baru terlaksana pada saat saya mempunyai pacar.
    awalnya saya tidak pernah pacaran n berusaha agar tidak pacaran, tapi cinta itu tidak bisa saya bendung. pada saat pacar saya meminta saya menjadi pacarnya, saya sempat menolak bahkan dengan alasan saya sedang menghafal alquran(padahal blm menghafal) jd g boleh pacaran. tp hati saya trus senang jk bersamanya, n akhirnya kami…

  • ferahmiwati Arif mengatakan:

    subhanalloh…Allahuakbar…jadikan kami para penghafal Al qur’an jg ya Rabb…amin

  • M. Yusni mengatakan:

    Begitu tingginya pemerintah menghargai para huffadh. Alangkah indahnya hidup kita jika mau menghormati mereka. Dan lebih indah lagi jika kita mau hidup dalam garis-garis qur’an.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »