Pejabat PBB: Musim Dingin Gaza Menderita

10/11/2009 | 22 Zulqaedah 1430 H
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

Pembantaian di Gazadakwatuna.com – Jabalia, Koordinator PBB untuk urusan kemanusiaan, Max Will Gaylard menegaskan, warga Palestina di Jalur Gaza mengalami penderitaan besar terutama menjelang datangnya musim hujan dan musim dingin. Kondisi anak-anak dan wanita di sana sangat memperihatinkan pasca agresi Israel.

Gaylard dalam konferensi persnya kemarin Senin (9/11) menegaskan – setelah melakukan kunjungan pemantauan di perkampungan Salam timur Jabalia utara Jalur Gaza yang merupakan tempat penampungan warga yang terusir karena kerusakan akibat agresi Israel – mereka sangat resah akibat dilarangnya masuk bahan-bahan kebutuhan utama untuk rekontruksi Jalur Gaza terutama saluran air bersih dan listrik.

Atas nama semua lembaga milik PBB yang bekerja di Tepi Barat dan Jalur Gaza, ia meneagskan pelarangan masuknya bahan utama ke Jalur Gaza sebagai indikasi buruk yang berbahaya sebab akan menimbulkan penderitaan yang lebih besar dari sekarang. Ia berhadap semua lembaga kemanusiaan di dunia melakukan kerjasama mengubah kondisi kepada yang lebih baik.

“Kami berharap selalu kepada dunia dan lembaga-lembaga serta pemerintah yang ada untuk memberikan gambaran ril tentang kehidupan warga Jalur Gaza dan mengubahnya” tegasnya miris.

Sementara itu, delegasi lembaga-lembaga HAM dunia Mark Rely memenang sebuah bongkahan batu dari rumah seorang warga Jalur Gaza Muhammad Hidlr yang dihancurkan Israel dan mengatakan, “Ini adalah batu dari Gaza dan bukan dari tembok Berlin. Di sinilah keluarga Palestina itu berlindung yang kini terusir karena rumahnya sudah lumat.” Tegasnya.

Ia menegaskan, rumah Hidlr dan rumah-rumah lainnya dihancurkan dan hingga 300 hari belum dibangun kembali. “Kini keluarga yang terusir itu hidup di bawah kemah lusuh dan kehidupan mereka tidak layak disebut kehidupan anak Adam”.

Ia mengisyaratkan bahwa kemah-kemah penambungan warga itu membunuhkan lahan tambahan seluas 30 kali lapangan bola dengan plastic mika untuk menampung dan melindungi mereka dari sengatan panas matahari dan hujan.

Menjelang musim hujan dan dingin ia menegaskan, lebih dari 500 anak-anak Gaza akan menghadapi hujan di 2009 langsung di kepala mereka tanpa tempat tinggal. Karenanya, harus segera dibuka perlintasan dan menghentikan blockade untuk merekontruksi rumah mereka.

Dalam konferensi persnya itu, para warga Jalur Gaza meminta kepada Barack Obama agar mengunjungi Jalur Gaza agar mengetahui kondisi mereka. Mereka mengecam penolakan Amerika terhadap laporan Goldstone. Mereka meminta kepada DK PBB agar menekan Israel menghentikan segala aksi jahatnya. (bn-bsyr/ip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 9,50 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Ada 2 komentar. Kirim komentar Anda.



Naskah Terkait Sebelumnya:


Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 2 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • nani mengatakan:

    Sebagai seorang ibu rumah tangga, mestinya kami tidak perlu berfikir untuk mengangkat senjata dan ikut berperang untuk pembebasan palestina dari cengkeraman Israel, ayo para mujahid bangkitlah…

  • hendry mengatakan:

    hanya untaian do’a untuk saudaraku nan jauh disana. Mudah2an Alloh mudahkan Orang-orang yang berjuang dijalan-Nya.
    Insya Alloh, Kemenangan akan tiba di Bumi Palestina.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »