PBB: Israel Kembali Arogan di Gaza

29/6/2009 | 06 Rajab 1430 H | Hits: 435
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

kawat berduri di gazadakwatuna.com – Gaza, Sebuah laporan yang dikeluarkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di wilayah Palestina (Oca) menyebutkan Israel melanjutkan kebijakanya terapkan peraturan di Gaza yang melarangan hak hidup rakyat Palestina.

Koresponden kantor berita Jerman Deutsche Presse Agentur (DPA) pada Ahad (28/6) menyebutkan, berlanjutnya operasi militer di Jalur Gaza antara 17 hingga 23 Juni kemarin dalam rangka penerapan peraturan bagi warga Palestina, agar tidak memasuki wilayah isolasi sejauh 300 dari perbatasan. Mereka akan ditembak di tempat jika melampaui wilayah tersebut.

Berdasarkan peraturan ini, sejumlah nelayan Gaza hingga saat ini belum bisa mengambil ikan, kecuali pada batas 3 mil di sepanjang pantai Gaza atau sejuah 38 km dari garis pantai. Polisi laut Israel akan langsung menembaki para nelayan, jika kedapatan mereka melampaui garis tersebut.

Sebelumnya tentara Zionis menangkap empat nelayaan asal Gaza dan merampas kapal mereka.

Disebutkan pihak PBB telah merampungkan proyek rehabilitasi jaringan air yang akan mengayomi 9900 warga Palestina yang tinggal di wilayah Shaifa. Namun masih ada sekitar 18.000 warga lainya yang tinggal di Zaitun di selatan Gaza, Izbat Abed Rabbih di sebelah utara Gaza yang hidup tanpa sambungan pipa air.

Laporan ini juga menyebutkan, Jalur Gaza mengalami kelangkaan gas untuk masak. Bahkan disebagian wilayah sejumlah distributaor gas gulung tikar. Hingga kini pemerintah Zionis masih terus menerapkan larangan pasokan bensin dan solar, sejak 2 November 2008, kecuali jumlah yang sangat terbatas untuk keperluan kemanusiaan.

Sementara itu, perusahaan distribusi Listrik di Gaza mengumumkan pihaknya kekurangan 400 jenis suku cadang selain 150 jenis lainya. Akibatnya, mereka tidak dapat memasok kebutuhan listrik untuk kota dan bagian utara Gaza. (asy/infopalestina)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (8 orang menilai, rata-rata: 9,13 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Ada 4 komentar. Kirim komentar Anda.



Naskah Terkait Sebelumnya:


Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 4 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • nurussaadah mengatakan:

    doa sesama muslim selalu terpanjat untuk saudara kami di gaza…

  • Rizky mengatakan:

    Maaf, Ikhwah fillah, mhn periksa kembali, apakah qt msh menggunakan produk2 mereka? pasta gigi, shampo, air mineral, dsb? apakah setiap rapat/halaqah qt -sadar/tdk- msh menyodorkan produk mereka? apakah qt msh blm menghapus akun Facebook qt, yg setiap hari apabila ada yg sign up/log in semakin menambah rating yang menghasilkan nilai dolar bg Facebook krn telah diperpanjang kontrak & penambahan sahamnya oleh Microsoft akibat rating yg trs naik?

  • ari mengatakan:

    ya ALLOH kuatkan iman saudara kami disana berilah mereka ketabahan…menangkanlah saudara kami….hancurkanlah mereka kaum yahudi durjanaa….dengan pertolongan-MU ya ALLOH…

  • fatkhurozi mengatakan:

    Tidak ada bangsa yang paling biadab di dunia ini kecuali Israel…Mudah-mudahan Allah menghancurkan kekuatan bangsa zionis yang semakin arogan itu…yang sedang berusaha mengalihkan perhatian dunia dengan menyerang Iran…agar masalah pelanggaran HAM yang dilakukannya dalam agresi militer 6 lalu dilupakan masyarakat dunia….La’natullahi ‘alaihim

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »