Pakaian Tertutup Kurangi Risiko Kelainan Kulit

27/10/2009 | 08 Zulqaedah 1430 H | Hits: 404
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Yogyakarta. Pakar kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Bambang Edi mengatakan pakaian tertutup dapat mengurangi risiko terkena kelainan kulit akibat paparan sinar matahari.

“Paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama dan terus-menerus dapat menyebabkan kelainan kulit yang lama-kelamaan bisa menimbulkan tumor kulit, karena itu penggunaan pakaian tertutup dapat mengurangi dampak tersebut,” katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia pada diskusi “gaul oke, tapi sya`ri”, masyarakat khususnya remaja saat ini cenderung banyak yang memakai baju terbuka dan ketat. Padahal dalam segi kesehatan hal itu dapat mengganggu kinerja organ tubuh.

“Kulit yang tidak tertutupi pakaian karena terkena sinar ultraviolet lama-kelamaan akan terjadi kelainan kulit, sedangkan penggunaan pakaian ketat akan mengganggu kelancaran aliran darah yang mengalir dalam tubuh,” katanya.

Ia mengatakan pakaian ketat juga akan menyebabkan timbulnya jamur pada kulit sehingga masyarakat khususnya remaja sebaiknya memakai pakaian yang bersih, tertutup, dan tidak ketat yang dapat melindungi`kulit dari paparan sinar matahari.

“Sebagai seorang manusia dalam berpakaian tetap perlu menjaga kesehatan dengan memakai pakaian syar`i, yakni pakaian yang bersih, sehat, dan tertutup,” kata dosen Fakultas Kedokteran UMY itu.

Wakil Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMY Muhammad Syamsudin MAg mengatakan, dalam perspektif pendidikan, busana itu dikatakan syar’i ketika tidak menimbulkan persepsi negatif dari orang lain.

Namun, menurut dia, selain dalam berbusana penampilan juga harus didukung dengan perilaku dan tutur kata yang baik. Ketika dalam berbusana saja yang baik tetapi perilaku maupun tutur katanya jelek, stigma yang muncul tetap saja negatif.

Ia mengatakan masyarakat khususnya remaja terlihat gaul tidak hanya didukung oleh busana tetapi juga pengetahuan maupun perilaku yang baik.

Masyarakat atau remaja yang gaul bisa dimulai dengan menanamkan rasa percaya diri dengan peningkatan jaringan pribadi, banyak membaca buku, dan menambah ilmu.

“Selain itu perlu selektif terhadap arus lokal maupun global, jika baik diambil, jika buruk ditinggalkan,” katanya. (ant)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 9,20 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »