Organisasi Kemanusiaan Dunia: Puluhan Ribu Anak Terlantar di Gaza

19/2/2009 | 22 Shafar 1430 H | Hits: 916
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Gaza, Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kemanusiaan Internasional yang konsen pada anak-anak menjelaskan, saat ini sedikitnya 100 ribu orang termasuk 56 ribu anak-anak terlantar di Jalur Gaza. Banyak di antara mereka yang masih tinggal di tenda-tenda atau di ruang tamu keluarga-keluarga lain.

Setelah sebulah pengumuman penghentian serangan ke Jalur Gaza, organisasi “Aliansi Penyelamat Anak-anak” (sebuah organisasi non pemerintah dari Inggris) ini memperkirakan 500 ribu orang, termasuk 280 anak telah dipaksa meninggalkan rumah-rumah mereka saat terjadi agresi yang dilancarkan Zionis Israel ke Jalur Gaza.

Laporan ini menambahkan “kota perkemahan” muncul di sejumlah perkampungan yang mengalami kehancuran total. Para pendudukanya sangat membutuhkan air bersih untuk minum dan kebutuhan MCK.

Direktur Orgasnisasi “Aliansi Penyelamat Anak-anak”, Jasmine Whitbread menyatakan kemah-kemah yang ada sangat kecil. Tidak cukup untuk melindungi dari terik panas di siang hari dan dingin di malam hari yang suhunya berkisar antara 7 – 8 derajat.

Dia menyatakan, sebuah kemah yang dihuni sekitar 40 keluarga hanya ada satu atau dua kamar mandi saja. Hal ini menimbulkan banyak masalah kesehatan. Sebagian besar perkemahan ini dari Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East), UNICEF dan organisasi bantuan lainnya baik lokal maupun internasional.

Sementara itu UNRWA menyebutkan pihaknya telah membagikan bantuan darurat pangan dan non pangan kepada ribuan warga Palestina Gaza yang terkena dampak konflik ini. Itu selain bantuan pangan yang biasa dibagikan UNRWA secara rutin kepada 900 ribu pengungsi Palestina di Jalur Gaza.

Berdasarkan laporan badan rekontruksi Gaza milik PBB, jumlah rumah yang rata dengan tanah akibat agersi Zionis Israel sebanyak 4 ribu rumah. Sementara itu tidak kurang dari 17 ribu rumah lainnya hancur. Sebanyak 50 ribu orang mengungsi di fasilitas milik UNRWA dalam kondisi sangat krisis dan puluhan ribu lainnya yang terlantar dalam kondisi sangat sulit. (infopalestina)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 4,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »