Numerologi Peristiwa dan Al-Qur’an

9/10/2009 | 19 Syawal 1430 H | Hits: 1.275
Oleh: Munawar
Kirim Print

dakwatuna.com – Akhir-akhir ini, banyak beredar pesan sms atau status Facebook yang mengkait-kaitkan waktu gempa bumi di Padang dengan ayat Qur’an. Sekitar 8 tahun silam, tepatnya pas 9/11, ada pula pesan email yang beredar luas, mengkaitkan peristiwa pemboman WTC dengan isi ayat 9:11 (yang katanya ada menyebut Wall  Street). Jauh sebelumnya, ada pula ilmuwan yang tertarik dengan keistimewaan angka 19 di dalam Al-Quran, dan melakukan penafsiran-penafsiran berdasarnya. Sedikit banyak, ada kemiripan numerologi ‘kuno’ dengan numerologi yang disangkutpautkan dengan ayat Quran ini.

Kepercayaan mengkaitkan angka-angka dengan peristiwa-peristiwa atau benda hidup disebut juga dengan numerologi (cek: http://en.wikipedia.org/wiki/Numerology). Yang populer adalah kepercayaan tentang angka sial (12 / 13 di kebudayaan Barat), angka keberuntungan di masyarakat Cina dll.

Bagaimana Islam melihat fenomena mempertautkan angka-angka dengan Quran ini ?

Sesungguhnya setiap ayat al-Quran itu adalah benar dan semuanya baik untuk dibaca. Dan bahwa setiap muslim diperintahkan untuk mengambil pelajaran dari setiap peristiwa dengan kacamata Quran.

NAMUN, mengkait-kaitkan suatu ‘angka’ dari satu peristiwa dengan ayat al-Quran seperti ini, atau ilmu gothak-gathuk/otak-atik seperti ini, tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tidak ada landasannya, mengambil angka jam/menit (seperti beredar dari gempa Padang ini) atau angka hari/bulan (seperti dulu zaman 9/11) atau angka apapun, untuk di”cocok”kan dengan ayat Quran.

Untuk direnungkan:

1. Kenapa harus angka jam/menitnya (untuk kasus gempa Padang), kok bukan angka hari/bulan, atau kenapa bukan koordinat GPS-nya, atau angka-angka yang lain? Sementara di kasus WTC bombing, kenapa yang diambil tanggal-bulannya, sementara jumlah tingkat gedungnya (misalnya) atau jam-menitnya diabaikan?

Dari sini sudah terlihat ketidakjelasan landasan pengambilan angka, hanya memilih angka tertentu sementara meninggalkan angka yang lain, asal cocok, alias gothak-gathuk. Tidak logis, dan tidak bisa diterapkan secara umum. Jelas bukan begini cara istimbath / pengambilan kesimpulan dalam ranah agama.

2. Bagaimana jika kejadian ini terjadi jam 01:38, harus lihat ayat mana? Surat 01 (al-Fatihah cuma 7 ayat… Dan ayat Quran surat 25-114 tidak akan pernah dilihat, karena jam cuma sampai pukul 24….

Bagaimana mungkin al-Quran hanya terpakai sebagian dan ditinggalkan sebagiannya lagi?

3. Seandainya hasil reka-reka angka itu keluarnya adalah angka 107:04, yang bersesuaian dengan ayat: fa waylul lil musholliin, apakah lantas kita tidak usah shalat ?? atau apakah artinya orang yang shalat di bencana itu celaka semua, ataukah artinya kecelakaan itu gara-gara orang yang shalat???

Masya Allah, tentunya jauh sekali dari yang demikian.

So, mari kita berhenti dari mengutak-atik angka seperti ini. Ini bukan dari ajaran Rasulullah saw, bukan dari Islam. Bahkan, na’udzu billah min dzalik, jangan-jangan sudah menyimpang.

Cukuplah kisah kematian Ibrahim anak Rasulullah SAW jadi pelajaran: tatkala gerhana matahari terjadi bersamaan dengan kematian Ibrahim ini, sebagian orang menyangka bahwa gerhana itu karena kematian anak Rasulullah. Namun kata Rasulullah, sesungguhnya gerhana itu adalah hanyalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah semata, tidak ada sangkut pautnya dengan kematian dan kelahiran seseorang.

Wallahu a’lam, mohon maaf jika ada salah-salah kata.


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (27 orang menilai, rata-rata: 8,93 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 12 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • ariefuddin mengatakan:

    Boleh jd kejadian & angka itu hanya kebetulan. Tapi pertanyaannya, Apa jaminan Anda jk angka yang juga ayat Allah itu (ayat Kauniyyah) bkn kesengajaan Allah yg buat ?Sikap yg tengah : Roja’ (Harap) & Khouf (Takut). BerHARAP memang tak ada keterkaitan angka & ayat Qur’an shg gempa itu semata ujian bg org beriman sj, tp jg jgn trs nyaman2 sj. Kita jg hrs TAKUT, boleh jd Allah sengaja mberi tanda-Nya kalo mmg gempa itu adl azab. Liat sj kisah2 bencana2 d Qur’an smua blatar blakang kemaksiatan

    • Munawar mengatakan:

      terima kasih komentarnya.
      Bab pengambilan angka ini jelas tak berdasar, tiada landasan mnrt sunnah. Itu yg plg utama: mengambil keyakinan tanpa landasan, apalagi menghukumi suatu kaum sebagai “semisal kaum Firaun” tanpa bukti, hanya berdasar numerologi seperti ini adalah mengelirukan.
      Yang bermasalah adl mengait2kan angka ini. Itu sudah mslh i’tiqad. Hati-hati.
      Jam brp pun gempa kemarin, tetap saja kaum muslimin perlu khawatir terkena azab. Btw, gempa Jabar jam14:55 (BMG). Ga ada ayatnya…

      • punkq mengatakan:

        assalammualaikum
        saya mau bertanya? kira-kira siapa yah yg menyusun alqur’an menjadi 114 ayat? dan bagaimana menyusunnya sehingga surat pertamanya adalah al-fatihah, karena menurut teman-teman saya ayat yg pertama turun bukan al-fatihah. Sejarah itu kayanya jarang di telaah sama kita,karena dari beberapa literatur yg saya baca al-quran yg sekarang disebut musthaf utsmani, maaf kalau ada kesalahan akibat ketidak tahuan saya, mohon pencerahannya, thanks wasalam

        • suryana mengatakan:

          Dlm “bibel, Al Qur’an dan sains modern” (baca lebih lengkap)
          pd masa khalifah Utsman bin Affan dilakukan pembukuan teks Al Qur’an dari naskah-naskah yang disimpan oleh Hafsah binti Umar, kemudian dibentuk panitia pembukuan yang ahli serta berkonsultasi dengan orang-orang yang hafal AlQur’an serta dengan saksi-saksi, sehingga tersusunlah urutan surat-surat dalam Al Qur’an yang mencerminkan urutan yang dilakukan
          oleh Nabi Muhammad ketika membaca Qur’an di bulan Ramadlan
          di muka…

  • abdul SYAKUR mengatakan:

    Bagi Allah tidak ada kejadian yang merupakan kebetulan, semuanya sudah tertulis. Hanya bagi manusia yang mengatakan “kebetulan”, kebetulan karena ketika ada bencana dan lain-lain kemudian mencari sumber di al Quran ada yang bersesuaian apakah tanggalnya, bulannya, tahun, jam, menit dst. Kalau Gempa di Jabar 14:55 gak ada ayatnya, itulah SIKAP JAHIL kita, apakah semua kejadian, angka-angkanya harus sesuai dengan ayat Quran ? Hanya Allah Yang Maha Tahu dan kitalah yang tidak mengetahui.

  • MATAHATI mengatakan:

    segala sesuatu tergantung kepada niatnya. setiap orang mendapatkan apa yang diniatkan dan diusahakannya. “Aku adalah seperti persangkaan hamba-Ku”. buat saya pribadi, dasar setiap tarikan napas, ibadah, dan amal saleh minimal adalah itu. agama bukan untuk diperdebatkan. agama hanya untuk dua kemungkinan. pertama: diyakini dengan akal dan hati apa pun yang diamanatkan Tuhan, maka kita beriman. atau kedua: diingkari dengan akal dan hati apa pun yang diamanatkan Tuhan, maka kita kafir.

  • MATAHATI mengatakan:

    ayat-ayat tentang azab bagi kaum Nabi Nuh, kaum ad, kaum samud, dan kaum terdahulu yang dibinasakan dan dikisahkah berulang-ulang dalam al-Quran adalah pelajaran bagi kita, agar tidak melampaui batas dalam apa saja. itu jelas sebagai sunatullah, hukum alam yang ada sebab-akibatnya. bukankah lebih baik merujuk al-Quran untuk istigfar dari setiap bencana? beda dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah, dengan gerhana. masing-masing memiliki sunahnya sendiri, sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya.

  • abdul SYAKUR mengatakan:

    Bencana yang terjadi akhir-akhir ini kemudian ada orang yang “kebetulan” menemukan bersesuaian dengan ayat aL Quran tidak lah SIMILAR dengan kejadian gerhana matahari dengan wafatnya Ibrahim.
    Kejadian gerhana matahri yang bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, seolah-olah Gerhana itu disebabkan wafatnya Ibrahim, putra Nabi. Sedangkan waktu kejadian bencana ternyata bersesuain dengan ayat al Quran, bukan berarti ayat tersebut yang menjadikan bencana itu terjadi.

  • abdul SYAKUR mengatakan:

    Sehingga BENARLAH apa kata Rasul, bahwa tidak ada sangkut pautnya antara gerhana matahari dengan kematian maupun kelahiran.
    Kembali pada ayat-ayat aL Quran pada saat ada kejadian luar biasa, bisa saja kita temukan pada banyak ayat. Kalaupun ada hal yang tepat “sesuai” yang tertulis dalam al quran, itu pun bukan sebab akibat. Tapi bahwa apa yang terjadi di alam semesta ini, sudah tertulis dalam al Quran, itulah kepastian yang harus kita yakini, terserah ALLAH mau diayat dan surat yang mana.

  • insan mengatakan:

    Maaf ikut sedikit nimbrung
    sauda syakur, sudah menjelaskan dengan gamblang dan jelas
    mengapa masih harus diperdebatkan? agam memang bukan untuk diperdebatkan, tapi agama yang mana? jangan sampai kita mengganggap suatu urusan adalah berdasarkan agama, padahal hanya berdasarkan dugaan dan perkiraan yang tidak ada landasannya sama sekali
    Semua telah tertulis di lauh mahfudz, tidak ada sedikitpun yang terlewatkan dalam taqdir Allah

  • insan mengatakan:

    Ada tidak ada hitungan, sebagai bencana manusia tetap perlu waspada
    bahkan tidak ada bencana juga manusia tetap harus waspada
    carilah agama dari sumbernya, bukan hanya berdasarkan prasangka dan dugaan semata

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »