Islamophobia Terjadi di Jerman

10/7/2009 | 18 Rajab 1430 H | Hits: 1.680
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
warwa korban islamophobia

Marwa, Korban Islamophobia di Jerman (Rep.)

dakwatuna.com – Jerman, Islamophobia kembali terjadi, kali ini peritiwanya di Dresden, Jerman, dan menelan korban, Marwa muslimah asal Mesir ditikam di pengadilan hingga tewas. Peristiwa ini tentu membuat umat Islam di dunia marah.

Marwa adalah seorang apoteker dan suaminya adalah mahasiswa program doktor di Dresden. Pada Agustus 2008 saat sedang bermain dengan putranya di taman bermain, Marwa dimaki-maki oleh Alexander W (28) sebagai pelacur dan teroris.

Tidak terima dihina, Marwa dan suaminya menuntut Alexander di pengadilan. Dalam persidangan 1 Juli 2009, Alexander mendadak kalap dan tiba-tiba mengeluarkan pisau. Marwa ditikam 18 kali, suaminya juga ikut ditikam. Polisi yang datang ke lokasi malah menembak kaki suami Marwa.

Marwa tewas walaupun nyawa suaminya tertolong. Kejadian ini semakin tragis karena Marwa tewas dalam keadaan tengah mengandung 3 bulan. Peristiwa ini menyulut protes dari warga Muslim Jerman dan di Mesir, terkait lambatnya reaksi pemerintah dan media atas tragedi ini. (dtk)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (54 orang menilai, rata-rata: 8,78 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 17 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • Muthi mengatakan:

    Kami takkan pernah gentar dengan semua itu. Karena perlakuan mereka hanya akan menguatkan hati2 kami. Termsk bagi hati2 yang “kadang” melemah. Tragedi ini jadi penguat kami, utk tetap berada dalam barisan ini. Sungguh mereka keliru !!! Hilang satu tumbuh seribu. Allahu Akbar

  • Bang Madi mengatakan:

    “Dimana engkau wahai Khalifah mutamsim” teriakan seorg muslimah ketika dilecehkan para pejabat penjara di Romawi.Ketika teriakan ini sampai ditelinga Kholifah beliau kirim surat untk mnghentikan pelecehan itu.Namun romawi tak menggubris malah menghina Khalifah. “Jngn kalian lihat apa yg sy ucapkan tapi lihatlah apa yg sy lakukan” Balas Khalifah. Dgn sgera mengerahkan seluruh pasukan untk bebaskan 1 wanita itu.Hampir 90 thn kita belum ada pengganti Khalifah yg akan melindungi umat…

  • Tengku Benyamin mengatakan:

    Insya Allah.. Info ini makin mnguatkan barisan kaum muslimin dan m’ningkatkan ghiroh jihad …
    Tetap s’mangat b’dakwah dijalan Allah..
    S’moga hidayah Allah s’lalu tercurah kepada kita semua…
    Hingga khilafah Islamiyah yang sesuai dengan manhaj nabiyyin bangkit kembali….

  • juhriyanto mengatakan:

    Buta imformasi tentang tujuan berjilbab,membuat orang lain cemburu dan khawatir.Tetapi menuduh orang beljilbab teroris dan menikamnya membuat orang ngeri ia sendirilah yang teroris.Bukankah perbuatan yang membuat orang lain terancam dan takut itu pantas menyandang prediket teroris.Hanya orang yang sehat akal yang dapat menjawab dengan benar.Sabarlah ukhti nabi pun tidak mudah menyampaikan kebenaran kepada halayak ramai.LAA TAHZAN INNALLAAHA MA’ANAA kata beliau.

  • eric razan rajata mengatakan:

    semoga kita tetap istiqomah di jalan Alloh, saling mempererat persaudaraan, meningkatkan karakter umat Islam yang selalu menganjurkan kebaikan, kedamaian, dan selalu menjaga aturan dan undang2 yang berlaku di mana kita tinggal. Alloh Maha Tahu segala perbuatan dzalim kepada hamba-Nya, dan Insyaallah akan memberi balasan yang setimpal kepada yang dzalim..

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »