Muslim AS Kecam Peristiwa Fort Hood

10/11/2009 | 22 Zulqaedah 1430 H | Hits: 254
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Washington, Kalangan muslim di AS mengkhawatirkan dampak negatif  yang dapat menimpa mereka pascainsiden penembakan di pos militer Fort Hood, Texas.

Pada insiden tersebut, Mayor Nidal M. Hassan diduga melakukan penembakan pada penghuni pos militer itu hingga menewaskan 13 orang dan melukai 30 lainnya, Kamis (5/11). Insiden yang diduga dilakukan psikiater tentara muslim keturunan Palestina tersebut memicu beragam tanggapan dari sejumlah tokoh muslim di negeri Paman Sam itu, Sabtu (7/11).

Motif pelaku masih dalam penyelidikan, namun sejumlah laporan mengindikasikan tekanan yang diderita Hassan akibat banyak menangani tentara yang menderita gangguan mental post-trauma sepulang dari Iran dan Afghanistan. Ia juga disebut mengalami stres akibat usikan yang diterimanya dari anggota militer yang lain karena kemuslimannya.

Reaksi anti-muslim berkembang dengan cepat di Texas pascainsiden ini. “Jihad di Fort Hood?” menjadi headline Jihad Watch blog, beberapa saat setelah Hassan diindentifikasi sebagai tersangka. Institut Arab Amerika mengatakan mereka menerima telepon ancaman dari lelaki tak dikenal, sesaat setelah laporan sementara mengenai insiden itu diumumkan.

Keamanan juga menjadi isu sensitif, sejumlah masjid dan tempat shalat Jumat diperketat pengamanannya mengantisipasi efek balik insiden penembakan tersebut. Di Washington, Chicago, dan tempat-tempat lainnya, beberapa pengurus masjid meminta tambahan patroli dari polisi setempat. Di Garden Grove, Kalifornia, aparat polisi berjaga di sekitar masjid sebagai tindakan pencegahan.

Waspada

Hussam Ayloush, direktur Council on American-Islamic Relations (CAIR) wilayah California Selatan memperingatkan umat Islam di sana agar waspada dan menghidari mengekspos identitasnya bila tidak perlu. Ia mengatakan, sejak terjadinya insiden tersebut, banyak organisasi muslim di sana menerima lusinan ancaman mati dan surat elektronik berisikan kata-kata kebencian. “Ini adalah saat kita harus duduk dan berdoa bersama agar orang Amerika menjadi lebih kuat, bersatu, dan toleran,” katanya.

Andre Carson, senator Indiana dari kubu Demokrat, mengingatkan semua pihak agar tetap berfokus pada penyelesaian masalah kesehatan mental prajurit ketimbang membahas agama pelaku penembakan. “Kejadian ini tidak menggambarkan sedikitpun tentang Islam sebagaimana tak sedikitpun aksi Timothy McVeigh mencerminkan ajaran Kristiani,” tutur satu dari dua muslim yang duduk di Kongres ini. Timothy McVeigh adalah pelaku pengeboman di Oklahoma yang menewaskan 168 jiwa, 14 tahun silam.

Presiden AS, Barrack Obama, mencoba mengendurkan tekanan kepada tersangka penembakan dengan memuji para tentara. Ia berkata, prajurit-prajurit telah membela negara itu dalam satu seragam yang sama dan mengingatkan pada publik akan keberagaman di balik seragam tersebut. Ia menegaskan, sebagian besar warga negara AS adalah imigran maupun keturunan imigran, dan mereka semua memiliki kedudukan yang sama.

“Semua tentara adalah orang Amerika, dari keturunan apapun ia berasal, apapun keyakinannya, dan di pos manapun ia ditempatkan. Mereka ada yang Kristen, Muslim, Yahudi, Hindu, dan tak beragama, namun menunjukkan semangat patriotisme yang serupa,” urainya. ap/c15/ahi/RoL


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 8,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Ada satu komentar. Kirim komentar Anda.



Naskah Terkait Sebelumnya:


Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • ilato mengatakan:

    Terimakasih Mr Presiden Obama, atas komentarnya pada kasus ini. Karena perbuatan yg dilakuakan oleh Hasan hanya efek dari kedinasannya di militer atau ada unsur kejiwaan, jadi bukan masalah agama Islam, mohon dapat dimengerti dan dipahami oleh rakyat Amerika.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »