Militer Israel Panik Akibat Perkembangan Pesenjataan Perlawanan

26/10/2009 | 07 Zulqaedah 1430 H | Hits: 842
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Jerusalem, Pasukan penjajah Zionis mengakui bahwa bahan peledak yang digunakan oleh perlawanan Palestina terhadap tentara Israel di sepanjang perbatasan mengalami perkembangan yang sangat mengkhawatirkan dalam hal kualitas.

Surat kabar Israel “Haaretz” edisi Ahad (25/10) mengatakan, “Peledak yang digunakan oleh perlawanan melawan prajurit Israel sangat mirip dengan peledak yang digunakan oleh perlawanan Afghanistan dan Irak melawan pasukan pendudukan AS dan pasukan multinasional.

Haaretz menyatakan bahwa hal diketahui para pemimpin pasukan pendudukan, melalui pengujian komprehensif yang dilakukan oleh Divisi Teknologi Angkatan Darat di laboratorium khusus Israel. Dari situ diketahui kualitas peledak tersebut. Dari pengujian laboratoriaum pula diketahui bahwa kualitas pemasangan alat peledak telah mengalami pengembangan sangat mencolok. Melalui pengujuan juga diketahui bahwa peledak baru mencakup bahan-bahan yang belum dikenal sebelumnya di Jalur Gaza.

Disebutkan bahwa perlawanan Palestina sejak awak Intifadah Al Aqsha memakai metode pelaksanaan aksi-aksi meledakkan jarak jauh terhadap patroli pasukan pendudukan, yang kebanyakan berpusat di sekitar daerah “Carny” – “Netzarim” dan sekitar pemukiman Kfar Darom.

Militer Israel mengakui bom yang diledakkan jarak jauh dengan remote control terhadap tank-tank dan kendaraan militer Israel lainnya; menyebabkan jatuhnya korban di antara para prajurit dan gangguan terhadap kendaraannya.

Dari hasil aksi-aksi pengeboman yang dilakukan berulang kali di garis persinggungan dan rute patroli pendudukan; telah menghentikan operasi patroli ini dalam skala besar. Untuk itu militer Israel dengan terpaksa menjalankan tank-tank tersebut.

Tampaknya perlawanan Palestina telah mengembangkan alat peledak dengan teknik-teknik baru. Hal ini membuat mereka percaya diri dalam kemampuan mereka untuk membahayakan barisan Zionis. Inilah yang menjelaskan mengapa “Brigade Al-Qassam”, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, merekam puluhan aksi sedang mereka meledakkan bom dari dari jauh, saat tank-tank Israel lewat.

Peledakan yang dilakukan perlawanan Palestina di Jalur Gaza telah membuat kepanikan di kalangan militer Zionis. Karena dari peledakan ini terungkap adanya perkembangan teknologi secara signifikan dalam kemampuan perlawanan Palestina melaksanakan aksi-aksinya menghadapi melemahnya langkah-langkah keamanan Israel. (ip/seto)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (19 orang menilai, rata-rata: 9,89 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • priam mengatakan:

    Alloh Akbar, Allohlah yang melontarkan dan menghancurkan musuh-musuhnya. semoga Alloh meridhoi perjuangan tentaranya untuk tetap memberikan perlawanan terhapab kaum zionis.

  • zulhamli mengatakan:

    semoga Allah senantiasa melindungi para mujahid palestina, keluarganya n warga palestina secr keseluruhan. semoga para mujahid selalu diberi kekuatan (fisik, ruh n fikriyah) olh Allah utk mlwn kaum zionis sampai tetes drh penghabsn, sampai bumi palestina kembali dimiliki sepenuhnya oleh kaum muslimin. Amin… allahu akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar…

  • wadiyo mengatakan:

    Allohu Akbar Semoga Alloh SWT selalu memberi kekuatan kepada saudara-saudara kita di Palestina dalam menegakkan agama Alloh SWT.Mari berjihad menegakkan agama Islam sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita masing-masing

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »