Navigasi: Home > Alam Islami > Menag: Lebaran Kemungkinan Tanggal 20 September 2009

Menag: Lebaran Kemungkinan Tanggal 20 September 2009

15/9/2009 | 25 Ramadhan 1430 H | Hits: 724
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Jakarta. Menteri Agama M. Maftuh Basyuni mengatakan, lebaran Idul Ftri atau 1 Syawal 1430 H kemungkinan akan jatuh pada hari Minggu 20 September 2009.

“Kenapa hari raya tersebut jatuh pada tanggal 20 September 2009, karena menurut perkiraan kami pada 19 September 2009 atau 29 Ramadhan tersebut, hilal sudah berada di atas ufuk antara 3-5 derajat,” kata Menteri Agama Maftuh Basyuni sebelum rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Senin (14/9).

Jadi dengan demikian sudah dapat dijadikan penetapan 1 Syawal, kecuali pada hari tersebut terjadi mendung, hujan dan bulan tidak dapat dilihat, sehingga kemungkinan bisa ada ketentuan lain.

“Namun petugas kami sudah disiapkan untuk melihat hilal tersebut diengkapi dengan peralatan yang sangat canggih, sehingga kemungkinan salah sangat kecil, dan jajaran LIPI, Boscha, dan Depkominfo juga sangat aktif membantu pendeteksian hilal tersebut,” ujar Menag.

Namun kepastian penetapaan hari raya akan dilakukan di dalam sidang Isbat yang akan dilakukan pada hari Sabtu 18 September 2009, mendengarkan masukan dari Ormas Islam yang ada di Indonesia.

Diharapkan pemajuan lebaran yang berdasarkan penanggalan jatuh pada 21 September 2009 dapat diterima oleh semua pihak dan diharapkan tidak meresahkan selama pers bisa mengsosialisasikan dengan baik.

Sementara itu, pihak Muhammadiyah sudah pula menetapkan 1 Syawal 1430 pada 20 September 2009 dan mereka sudah memiliki cara penghitungan tersendiri dan diharapkan lebaran tahun ini bisa bersamaan, tanpa menimbulkan masalah. (mf/toeb/kominfo)



Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 9,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Sambut Ramadhan dengan pemahaman yang utuh, hati yang bersih, dan fisik yang sehat.
Simak kajian khusus Ramadhan, klik di sini.

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 2 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • wadiyo mengatakan:

    Apapun hari Raya nya mari kita jaga ukuwah Islamiyah agar tidak diadu domba oleh orang yang pekerjaannya mengadu domba

  • dr. M Faiq Sulaifi mengatakan:

    Bismillah, ketentuan masuknya Ramadlan dan keluarnya hendaknya dikembalikan kepada keputusan Pemerintah RI.
    Karena Hari Raya, Puasa adalah ibadah jama’i yang dipimpin oleh imam dalam hal ini adalah penguasa. Rasulullah SAW bersabda:
    الْفِطْرُ يَوْمَ يُفْطِرُ النَّاسُ وَالْأَضْحَى يَوْمَ يُضَحِّي النَّاسُ
    “Hari Idul Fitri adalah orang-orang berbuka (bersama-sama) dan Idul Adlha adalah hari orang-orang menyembelih…

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »

Switch to our mobile site