Jatah Indonesia Pimpim Parlemen Dunia Islam

17/12/2009 | 29 Zulhijjah 1430 H | Hits: 444
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Jakarta, Parlemen Indonesia mengincar jabatan Presiden Forum Parlemen Islam Sedunia atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang pemilihannya akan berlangsung di Kampala, Uganda, akhir Januari nanti.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, untuk menduduki posisi tersebut,
Indonesia akan meminta dukungan kepada beberapa negara. ”Ya, (akan
mencalonkan) Presiden Forum Parlemen Negara Islam Sedunia,” kata Marzuki
kepada harian Seputar Indonesia kemarin. Marzuki juga sudah mulai menggalang
dukungan dari negara Islam lain agar niatnya bisa terlaksana, di mana Ketua
DPR di negara berpenduduk Islam terbesar di dunia bisa memegang jabatan yang
strategis itu.

Marzuki mengaku sudah mendapatkan dukungan dari Parlemen Iran untuk
memperebutkan posisi tersebut. Bahkan, saat menerima Duta Besar Uzbekistan
Shavkat Jamolov, Marzuki secara terang-terangan meminta dukungan.
Sebelumnya,pada sidang Asian Parliamentary Assembly (APA) di Bandung,
Sekretaris Jenderal PUIC Mahmud Erol Kilic secara terbuka mengemukakan
harapannya agar Presiden PUIC periode berikutnya dari Indonesia.

Sementara itu, mantan Ketua MPR yang juga Ketua Badan Kerja Sama
Antarparlemen (BKSAP) Hidayat Nurwahid mengatakan, Indonesia punya peluang
besar untuk memimpin Forum Parlemen Islam Sedunia. Dalam beberapa pertemuan
internasional, kata dia, dirinya juga sering kali memberikan pidato politik
dengan bahasa Arab untuk menunjukkan bahwa Indonesia sangat layak memimpin
forum tersebut.

Bahkan,kata dia,munculnya keinginan untuk mencalonkan sebagai Presiden Forum
Parlemen Islam itu bermula dari pertemuannya dengan Mahmud Erol Kilic. Saat
itu, tutur Hidayat, Kilic mengatakan bahwa pada periode berikutnya jatah
kepemimpinan PUIC adalah dari perwakilan Asia.

”Lalu saya bilang akan sangat baik jika Indonesia yang menjadi Presiden PUIC
karena Indonesia adalah negara terbesar penduduk Islamnya di Asia. Lalu
bagaimana demokrasinya Indonesia juga diakui dunia. Jika Indonesia yang
menjadi Presiden PUIC, maka peluangnya sangat besar untuk Indonesia bisa
berkiprah di dunia Islam yang lebih luas,”ungkapnya. (rahmat sahid/seputar-indonesia.com)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 9,60 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »