dakwatuna.com – Al Quds, Lembaga Al-Aqsha untuk Wakaf dan Peninggalan Bersejarah berhasil mengungkap rencana-rencana Israel yang jelas-jelas ingin menghilangkan apa yang tersisa dari kuburan Islam bersejarah Makmanullah di sebelah barat Al-Quds. Selain itu mereka menemukan bahwa kaum ekstrim Israel melakukan tindakan-tindakan aneh terhadap kuburan kaum Muslimin.
Ir. Zaki Igbariah, ketua lembaga ini menegaskan dalam penyataannya kemarin kepada Infopalestina bahwa tidak mungkin apa yang dialami oleh kuburan Makmanullah berupa pelanggaran terus-menerus kecuali di sana ada rencana dari pihak rahasia Israel yang ingin menghancurkan kuburan itu dan menghilangkan tanda-tandanya.
Ia mengisyaratkan bahwa sudah puluhan kuburan ditutup Israel di makam Makmanullah dengan rumputan kering dan kayu sisa serutan, atau penggalian mayat yang ada dalam kuburan.
Igbariah menegaskan bahwa sebuah tim dari lembaganya sudah melakukan pengawasan di lapangan yang ditemani oleh Ir. Mustafa Abu Zahrah, ketua komisi “pengawasan kuburan kaum Muslimin” di kota Al-Quds. Ia mengatakan bahwa mereka menyaksikan pelanggaran besar-besaran di kuburan Makmanullah. Di antaranya berupa penggalian dan pemindahan dua kuburan, penggalian dua terowongan besar di bawahnya. Selain itu mereka melepas dan menghancurkan sejumlah tanda sejumlah kuburan. Mereka juga menyaksikan kelompok yahudi ekstrim buang air besar di atas kuburan. Selain itu, yahudi juga memasukkan mobil buldoser dan mobil pengangkut sampah berupa rumput kering dan sisa kayu serutan untuk menutup sejumlah kuburan. Lebih dari itu, organisasi Fazenland Amerika Israel juga melakukan pelanggaran berupa penggalian kuburan dan pemindahan tulang belulang mayat kaum muslimin dengan dalih akan didirikan apa yang disebut museum toleransi di atas tanah kuburan Makmanullah.
Ia mengisyaratkan bahwa pihak Yahudi pada malam hari memasuki bagian tersisa dari kuburan Makmanullah dan mulai melakukan aksi penghancuran terhadap puluhan kuburan. Ia meminta agar dipercepat melakukan sejumlah aksi pencegahan untuk menjaga kehormatan kuburan ini.
Di sisi lain, Ir. Abu Zahrah menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kuburan kuno yang usinya lebih dari 700 tahun ini merupakan kejahatan hina siapapun pelakunya. Tindakan ini mencerminkan kebencian dan kedengkian serta buta hati pelakunya. Ia meminta agar tindakan pelecehan dan penggalian kuburan ini dihentikan segera. (ip/ut)
terus berjuang untuk kajayaan islam bung!!!
Allohuakbar
air mata terus mengalir disaat melihat kekejaman zionis israel tehadap sodara2ku yg ada di palstina…apa daya yg dapat aku lakukan, hanya do’a dan berdo’a yg dapat aku lakukan…ALLAHU’AKBAR…ALLAHU’AKBAR..ALLAHU’AKBAR
mereka tidak sadar….semakin kita disakiti…maka semakin kuat persatuan diantara sesama muslim….kita hanya tinggal menunggu kedatangan Imam Al Mahdi….sembari melawan sekuat tenaga….apabila panglima perang umat muslim ini telah dibai’at….kehancuran bagi Nasrani dan Yahudi….Allahu Akbar !!
ALLAHU AKBAR… terus berjuang demi kejayaan islam
katakan “tidak” untuk yahudi ! Tidaklah segala peluh dan darah tergadai sia-sia! Allahu akbar!