Israel Hapus Kurikulum “Nakbah”

24/7/2009 | 02 Sya'ban 1430 H | Hits: 808
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Gaza, Departemen kebudayaan Palestina mengecam keputusan Zionis menghapus istilah “nakbah” dari kurikulum pendidikan sekolah Arab di wilayah jajahan 48. Kebijakan tersebut sarat dengan semangat rasialisme yang sangat berbahaya, di samping sebuah radikalisme terhadap hak Palestina 48.

Dalam pernyataan persnya yang dilansir infopalestina Kamis (23/7) departemen ini menegaskan, “Kebijakan Zionis tersebut tidak akan bisa menghilangkan hak kami atau menghapus identitas kami. Karena kami adalah pemilik sah wilayah kami. Kami berpegang teguh pada sejarah, peradaban serta identitas kami”, ungkapnya.

Disebutkan, departemen Zionis seolah berpacu dengan waktu melakukan kebijakan-kebijakan untuk menghapuskan identitas Palestina di wilayah jajahan. Semua ini menunjukan logika kaum penjajah yang rasialis dan politik radikalis yang dibangun pemerintahan Zionis selama ini.

Terkait sikap Zionis yang tidak pernah serius dalam perdamaian, departemen Palestina menganggap hal tersebut sebagai bentuk rasis Zionis yang membawa misi kepada semua pihak yang menggantungkan harapanya kepada perdamaian Israel, bahwa harapanya bertepuk sebelah tangan.

Dalam pada itu, departemen kebudayaan Zionis mengajak pihak-pihak yang masih peduli dengan Palestina baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri untuk mengutuk keras kebijakan Zionis tersebut. Terutama karena kebijakanya ini menyangkut kurikulum pelajaran. Ia mengingatkan, setrategi Zionis kali ini merambah bidang pendidikan. Ia minta bangsa Arab dan Islam bekerja sama untuk menghentikan tindakan radikal tersebut, yang bersamaan dengan yahudisasi Al-Quds. Ia menghimbau dialog nasional cepat selesai untuk mengambalikan persatuan dan kesatuan Palestina.

Rabu (22/7) kemarin, pemerintah Zionis menghapus istilah Nakbah dari kurikulum pendidikan sekolah Arab yang ada di wilayah Palestina jajahan 48. (asy/ip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (17 orang menilai, rata-rata: 8,88 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • saddam mengatakan:

    kejam biadab Zionisme itu, kenapa seolah-olah tak da yang peduli,generasi muda ayo bangkit,bela saudara kita yang terjajah!

  • al-ghifary mengatakan:

    Zionis Yahudi bangsa terkutuk. semog Alloh menghancurkannya.

  • Hanny mengatakan:

    Wembenci Yahudi dan semua perbuatannya yang terang-terangan merugikan umat dan dunia islam,bukan rasis tapi hukumnya wajib.karena dalam islam qt diwajibkan untuk membenci kebatilan dan menegakkan keadilan.qt sudah cukup toleran terhadap yahudi.sejak jaman nabi hingga sekarang segala niat baik umat islam untuk menjalin perdamaian selalu dibalas dengan penghianatan dari bangsa yahudi.kita thdak membenci bangsanya tapi perbuatan bangsa yahudi sudah tidak bisa kita tolerir lagi.mari umat islam…

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »