Israel Berusaha Kudeta Erdogan

2/3/2009 | 06 Rabiul Awwal 1430 H | Hits: 1.919
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
Recep Tayyip Erdogan, PM Turki, sebelum meninggalkan plenary session on the Middle East Peace pada the Annual Meeting of the World Economic Forum (WEF) di Davos, Switzerland (29/1/2009)

Recep Tayyip Erdogan, PM Turki, sebelum meninggalkan plenary session on the Middle East Peace pada the Annual Meeting of the World Economic Forum (WEF) di Davos, Switzerland (29/1/2009)

dakwatuna.com – Istanbul, Harian Turki “The Turkish Zaman” menyebutkan bahwa Zionis Israel berusaha untuk menggulingkan pemerintah Turki yang dipimpin oleh Recep Tayyib Erdogan, dikarenakan sikapnya yang mendukung Palestina dan tindakannya meninggalkan Forum Ekonomi Dunia di Davos beberapa waktu lalu, karena protes atas kurangnya kesempatan yang memadai untuk menanggapi kerancuan pernyataan Presiden Zionis Israel Shimon Peres.

Dalam laporannya, Sabtu (28/2), harian Turki ini mengungkap apa yang dilakukan entitas Zionis Israel memberikan dukungan kepada pasukan anti Partai Keadilan dan Pembangunan Turki yang dipimpinn oleh Erdogan, yang berusaha mengkudeta pemerintah Turki.

Harian ini mengatakan bahwa pada tahun 1997 pemerintah koalisi yang dipimpin oleh Necmettin Erbakan berhasil dijatuhkan, atas prakarsa, persiapan dan pelaksanaan dari Zionis Israel dan neo-konservatif, ditambah pada jenderal di pasukan militer Turki.

Harian Turki ini mengisyaratkan penegasan departemen pertahanan Israel dalam laporannya –yang dibuat tahun 2007 dan disebarkan ke media massa– tentang perlunya menggulingkan pemerintah Erdogan dengan rencana yang mirip digunakan dalam menjatuhkan pemerintah Necmettin Erbakan.

Harian ini mengatakan bahwa surat kabar Zionis Israel tengah membicarakan tentang perlunya melikuidasi Perdana Menteri Turki, Recep Tayyib Erdogan.

Mereka juga memprovokasi tentara Turki dan Amerika Serikat terhadap Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, dengan alasan bahwa kemenangannya dalam pemilu daerah yang akan dilaksanakan pada 29 Maret nanti akan mengubah Turki dari orientasi ke Barat menjadi berorientasi ke Timur dan ini bisa merugikan kepentingan Amerika di kawasan itu. (ip/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (8 orang menilai, rata-rata: 8,38 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »