Innaa lillah, Respon Pertama Mensos Saat Namanya Disebut Jadi Menteri

23/10/2009 | 04 Zulqaedah 1430 H | Hits: 953
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
Dr. Salim mensos

Dr. Salim Seggaf Al-Jufri, Mensos RI Periode 2009-2014

dakwatuna.com – Jakarta, Tak ada persiapan khusus di rumah kediaman Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA, saat pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Kamis malam. Rumah di komplek Pejaten Residence Kav. 12-A, Jakarta Selatan itu
memang baru dihuni selama dua bulan. “Saat bertugas sebagai Duta Besar
RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman, rumah kami di kawasan
Condet dijual. Lalu, kami pindah ke sini,” ujar Doktor Salim, demikian
panggilan akrab Menteri Sosial RI yang baru.

Malam itu, tokoh yang tercatat sebagai Dosen Pascasarjana di
Universitas Islam Negeri, Jakarta itu ditemani isterinya, Hj. Zaenab
Alwi, dan mertuanya, H. Alwi Basri serta ibu. Tampak pula tiga dari
lima orang anaknya: Sarah, Afaf dan Rihab. Putera sulungnya, Idrus,
sedang menempuh kuliah di Madinah, sedang puteri bungsunya, Sumayyah,
sudah istirahat. Kehidupan keluarga yang bersahaja tampak dari ruang
tamu dan ruang keluarga yang dilengkapi peralatan seperlunya.

“Bangsa ini masih menghadapi persoalan besar yang harus kita
selesaikan bersama-sama. Sebagian saudara kita juga masih banyak yang
hidup kurang sejahtera. Tugas Departemen Sosial sangat berat,” ungkap
cucu Pendiri Organisasi Al-Khairaat, “Guru Tua Al-Jufri” dari Palu,
Sulawesi Tengah. Sebuah pesawat televisi berukuran 21 inchi terlihat
kurang jelas gambarnya, karena antena ruang dalam tidak berfungsi
dengan baik. Tapi, Doktor Salim tetap tenang dan ramah menyambut para
tetamu dari kalangan wartawan, aktivis organisasi sosial dan lembaga
swadaya masyarakat, serta kalangan birokrat.

Saat nama Dr. Salim Segaf Al-Jufri disebut Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono pada urutan ke-21, pria kelahiran Solo, 17 Juli 1954 itu
mengucapkan “Inna lillahi …walhamdulillah”, dengan nada khusyuk karena
sadar beratnya amanah yang akan dipikul. Lalu, Doktor Salim menghampiri
kedua orang mertuanya, H. Alwi Basri, dan mencium tangan mereka. Ibu
mertuanya membisikkan doa agar anak menantunya tabah dan konsisten
dalam menjalankan tugas negara. Kemudian, Hajjah Zaenab mencium tangan
suaminya, dan kepada wartawan menyatakan “Saya siap mendukung tugas
suami secara moral dan spiritual.” Ketiga puterinya juga mencium tangan
orangtuanya dan memberi semangat.

Tampak di antara hadirin: dr. Naharus Surur M.Ked. (Ketua Bidang
Jaringan Badan Amil Zakat Nasional), Drs. Musholi (Direktur Program
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Strategis), dr. Agoes Koeshartoro
(Direktur Bulan Sabit Merah Indonesia), Hilman Rosyad (mantan Anggota
Komisi VIII DPR), Suryama Majana Sastra (Penasehat Pos Keadilan Peduli
Umat), dan Achmad Aryanda (Dosen Universitas Nasional). Mereka telah
mempersiapkan draf revitalisasi kementerian untuk mencapai tujuan
pembangunan nasional dan Millennium Development Goals (MDGs) yang
dicanangkan PBB berdasarkan masukan dari para ahli dan pejabat di
lingkungan Depsos.

Sekjen Depsos, Drs. Ghazali Husni Situmorang, MSc. datang pada pukul
23.00 WIB, setelah para wartawan meninggalkan tempat. Sekjen
menyampaikan bahwa mobil dinas Menteri yang baru belum tersedia. Mantan
Ketua Dewan Syariah PKS itu segera menyambut, “Pakai saja mobil yang
ada. Tak perlu disediakan yang baru.” Begitu pula dengan rumah dinas,
kalau bisa tetap menempati yang lama di komplek Widya Chandra IV/18,
karena banyak arsip Depsos yang tersimpan di sana. “Tak perlu repot
pindahan ke tempat baru,” pesan Menteri kepada Sekjen.

Sebagaimana pesannya kepada wartawan, Mensos siap bekerja sejak hari
pertama dengan sarana yang tersedia. “Kerja keras (mengerahkan segala
sumber daya), kerja cerdas (memanfaatkan segenap keahlian dan
teknologi), dan kerja tuntas (mempertahankan konsistensi dan
sinergitas). Itu prinsip revitalisasi yang akan kita kembangkan,” jelas
Mensos.

Ia mengharapkan dukungan segenap pihak di jajaran birokrasi dan
komponen masyarakat, termasuk mitra strategis di kalangan swasta,
karena kesejahteraan sosial menjadi salah satu target utama pembangunan
yang ditekankan Presiden SBY dalam periode kedua pemerintahannya.
mnh/spt


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (22 orang menilai, rata-rata: 9,73 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »