Indonesia Melawan Teroris

17/7/2009 | 25 Rajab 1430 H | Hits: 944
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
sby

Susilo Bambang Yudhoyono (dtk)

dakwatuna.com – Jakarta, Tidak ada angin, tidak ada hujan, bangsa Indonesia dikagetkan dengan aksi pemboman. Adalah ledakan yang terjadi di dua hotel di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat pagi, sekitar pukul 07.45 WIB. yaitu Hotel Ritz-Carlton dan di Hotel JW Marriott.

Setiap orang pasti bertanya, siapa pelaku teror yang tidak berperikemanusiaan dan tidak bertanggung jawab, yang menyebabkan banyak korban, meninggal dunia atau luka-luka. Tentu, aksi ini juga menyebabkan  bangsa Indonesia yang sebelumnya dinilai aman dan damai, kini buyar.

Berikut pernyataan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi press siang ini, Jum’at, 17 Juli 2009, di Istana Negara yang direkam Tim Dakwatuna:

“Aksi pemboman di Jakarta hari ini dilakukan oleh teroris, di tengah masyarakat Indonesia menghendaki adanya keamanan dan kedamaian pasca pemilu, di tengah proses pilpres yang damai dan di tengah proses penghitungan suara hasil pilpres dilakukan oleh KPU.”

“Karena itu pemerintah mengintruksikan pihak terkait untuk melakukan investigasi dengan objektif. Dan mengintruksikan penegak hukum menindak tegas apapun latar belakang politiknya, tentu setelah bisa dibuktikan secara hukum.”

Apakah aksi ini terkait dengan hasil pemilu?

“Memang ada data dari intelejen yang menginformasikan bahwa ada latihan menembak sekelompok orang, dengan sasaran tembaknya adalah gambar SBY -Presiden memperlihatkan foto-foto latihan tersebut-. Ini tidak fitnah, karena ada rekaman vidionya.”

“Ada rencana melawan hukum terkait hasil pemilu; indikasinya terlihat dari  tetap dianggatnya issu buruknya pemilu, adanya rencana pendudukan paksa KPU saat pengumunan hasil pemilu, akan ada revolusi jika SBY menang, ada rumor sekenario menjadikan Indonesia seperti Iran, juga upaya agar SBY tidak bisa dilantik.” Sebelumnya saya menutupi informasi dari intelejen yang masuk ke saya, namun dengan kejadian ini, akhirnya saya buka ke publik.

Karena itu, saya selaku kepala negara mengutuk keras aksi teror tersebut, sangat prihatin dengan kejadian ini, setelah upaya serius pemerintah membangun suasana aman dan damai.

Dan saya bersumpah, demi rakyat Indonesia yang saya cintai, negara Indonesia akan tegas menindak pelaku, penggerak dan otak aksi tersebut. Dan akan menindak tegas upaya yang menggangungu keamanan negeri ini. Drakula penyebar maut tidak boleh hidup di negeri ini.

Pemerintah mengintruksikan TNI, Polri, Intelejen, Gubernur, Wali Kota, Bupati, untuk waspada dan tidak lengah. Kepada rakyat Indonesia, agar hidup secara normal, jika ada keganjilan lapor segera ke polisi terdekat.

Saya berada di garda paling depan untuk menghadapi ancaman keamanan dan melanjutkan tugas yang berat dan mulia ini.” (ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (9 orang menilai, rata-rata: 8,78 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 6 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • purwanto mengatakan:

    sekarang baru tau siapa teroris yang dituduhkan selama ini islam selalu menjadi kambing hitam hai…para penghujat hai para pembuat fitnah buka mata dan hati kalian islam anti dengan kekerasan apalagi membunuh islam adalah agama yang damai untuk semua manusia yang ada di muka bumi ini islam adalah agama rahmatan lil alamin merusak pohon.tanaman pun dilarang oleh nabi muhammad apalagi membunuh atau bunuh diri nangudzubillah allah pasti akan ungkap siapa dalang dari teroris

  • Suhandi mengatakan:

    Jangankan membunuh manusia, dalam Islam semutpun tidak boleh dibunuh. Saya yakin mereka bukan Islam, hanya mengaku-ngaku Islam. Mari kita support pemerintah untuk memerangi Terorisme di Bumi Pertiwi yang kita cintai ini.

  • maya haura mengatakan:

    masya allah…prihatin banget dengan kejadian bom itu…pasti lagi2 umat islam yg di jadikan kambing hitam,mudah2an allah cepat membuka makar2 dari para musuh islam itu…DASAR ZIONIS!!!

  • Jumadi S.A. mengatakan:

    Semoga pelakunya segera ditemukan. Amin ya ALLOH.
    ‘Afwan, dikalimat pertama, kiasan-nya tdk pas.
    “dakwatuna.com – Jakarta, Tidak ada angin, tidak ada hujan, bangsa Indonesia dikagetkan dengan aksi pemboman.”
    Tulisan di kutip diatas, itu agak rancu. Karena pada saat itu ada angin meski kecil. Kalau tdk ada hujan itu betul karena kita tdk melihat hujan saat kejadian itu, tapi angin ada meski kecil.
    ‘Afwan.

  • weke mengatakan:

    kami anak negeri bersuara keras ( KAMI TAK TAKUT DAN TAK AKAN PERNAH TAKUT) sama ancaman bom

  • Tija mengatakan:

    Tiga kata untuk para teroris pengebom kuningan… “KALIAN GUOOOBLOOOKKKK POLLLLL……!!!!!!!”
    Bangsa sendiri kok dibom.. Yang ada kalian bukan mati syahid tapi mati sangit alias gosong..!!

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »