Hidayat Nur Wahid Jamin Chandra dan Bibit

30/10/2009 | 11 Zulqaedah 1430 H | Hits: 1.026
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyesalkan tindakan polri yang menahan Pimpinan nonaktif KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Saat ditanya wartawan mengenai kesiapannya untuk menjamin mereka, Hidayat menyatakan siap.

“Bersama dengan rekan-rekan lain yang ingin menegakkan keadilan, Saya siap ikut menjamin,” tegas Ketua BKSAP ini.

Hidayat melanjutkan, alasan polri yang menahan dua pimpinan KPK itu dinilai mengada-ada. Seringnya Chandra dan Bibit mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan kebenaran bukan alasan yang tepat. “Padahal negara kita menghargai kebebasan pers dan media pun tidak bisa dibredel,” katanya.

Mantan Presiden PKS ini justru khawatir polisi dan KPK terjebak dalam sebuah konspirasi besar. Padahal Indonesia sedang giat dalam penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi. Harusnya polisi dan KPK bisa bekerja sama untuk penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi supaya para koruptor itu yang ditahan.

“Bukan mereka yang melawan koruptor yang ditahan. Untuk itu presiden harusnya mengambil langkah untuk menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya. (dtc)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (37 orang menilai, rata-rata: 9,08 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 6 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • TEGAR13 mengatakan:

    semakin rumit aja masalah kpk sama polisi udalh sadar gak sih kalau masalah itu di liput oleh media asing terus apa yang akan dicari, rakyat sudah bosan dengan ribut2 para elite politik yang gak pernah tuntas merka saling bongkar aib dimedia masa padahal semua tidak ada yang mau mengakui kesalahan atau kekhilafan saling merasa paling benar paling berkuasa sebagai orang awam nonton tv sekarang jd ga nyaman malah bisa bikin stress smoga bsa jd renungan kita smua

  • muhammad hafiz mengatakan:

    ya. saya sangat berpendapat dengan hidayat nur wahid. ada ketidakberesan dalam penahanan dua pejabat KPK tersebut. kami minta kepada presiden untuk adil dalam bersikap. dan sekedar mengingatkan pernyataan SBY bahwa tuhan mencatat semua ini. barangsiapa yang mengambil hak muslim yang lain dengan nama Allah, maka wajib baginya neraka dan haram baginya syurga. Presiden, anda berada di jembatan antara syurga dan neraka.

  • Akmal Prasetyo mengatakan:

    Mengurai Korupsi dinegara kita sama seperti benang kusut…sulit diurai smakin durai smakin pusing dlm menanganinya…solusinya adlh Potong yg membuat kusut…jgn prnh pandang bulu jdlh gunting yg siap memotong setiap hal yg menghalangi kebenaran…krn gunting tk kan pernah takut…asal terus diasah sehingga ketajamannya tidak kan pernah hilang sampai kapanpn ….sampai smua yg menghalangi kebenaran kapok&jera…go KPK…kami siap mendukungmu slama berada dlm kebenaran.

  • alitopan mengatakan:

    percaya atao tidak masalah KPK dan Polisi akan semakin mengada-ngada karna dibalik penangkapan mereka berdua ada rahasia yang amat besar, dan saya yakin bapak presiden untuk masa jabatanya urusan ini gak akan selesai. moga Allah membuka pintu Hati Para Pemimpin Yang tersimpang jalan dan mau mengakui kesalahan walao itu sangat berat, Allah sudah memperingatkan melalui alam tetapi Para pemimpin yang angkuh Masih juga tidak sadardiri, dan akibatnya rakyat kecil makin makin menderita

  • Iben mengatakan:

    Tidak ada buruknya kita sebagai rakyat selalu mendoakan untuk pemerintah kita yang sudah bukan rahasia lagi kobobrokannya, semoga beliau-beliau bisa lebih cepat diberikan hidayah dan ditunjukkan kepada jalan yang baik lagi benar agar bisa membawa bangsa ini keluar dari penderitaan.Dunia bukanlah tempat untuk mencari dan menegakkan keadilan, kalau dari diri dan keluarga kita tidak memulai berlaku adil karena adil berbanding lurus dengan nafsu, maksudnya semakin besar nafsu makin jauh dari Adil

  • ukhtini mengatakan:

    jujur,..saya bingung mana yang benar…apa penyebab utama dari masalah besar ini???
    Ya Rabb,..Illahi,.. Engkau Maha Mengetahui segala apa yang ada di alam ini bahkan apa yang ada dalam isi hati manusia pun Engkau lebih mengetahui…

    yakinkan kami,..bahwa kebenaran itu pasti terungkap entah kapan waktunya krn Engkau Maha Pemberi,..ujian yang KAu berikan krn untuk membedakan kami dan meyakinkan kami,…siapa yang lebih kami percayai dan kemenangan bagi mereka yg sabar di jalanMU ya Allah…

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »