Hidayah Jilbab Artis Henidar

5/11/2009 | 17 Zulqaedah 1430 H | Hits: 1.220
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com - “Jilbab, saya memakainya sejak bulan puasa. Biar godaannya banyak seperti tawaran peran striping dan honor yang lumayan, alhamdulillah tak tergoda. Semuanya butuh kekuatan hati,” jelas Henidar saat ditemui di peluncuran film Emak Naik Haji, di FX Plasa, Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/11) siang.

Henidar pun menjelaskan awal mulanya ia memutuskan berjilbab. “Sudah lama ingin berjilbab, sejak umroh tahun lalu. Saat itu saya melihat perempuan kok, cantik dan anggun ya, meskipun berjilbab rapat. Akhirnya itu membuat saya ingin berjilbab. Biar tak mudah, akhirnya saya memakainya,”

“Saya langsung diajak main di Emak Naik Haji, nggak pakai casting. Di saat peran antagonis sudah bosan, saya dapat peran ini. Saya main dengan sepenuh hati, insya Allah bisa diterima,”

Tawaran peran ibu di Emak Naik Haji didapat Henidar karena berkah usai mengenakan jilbab. “Mungkin saya mendapat main di film ini karena jilbab. Apapun itu, mudah-mudahan dengan film ini bisa membuat saya kokoh terus mengenakan jilbab dan semakin baik dan benar setiap harinya,” katanya penuh harap.

Hatinya pun berjanji akan selalu mengambil peran tanpa harus membuka jilbabnya. “Sempat ada tawaran untuk buka jilbab, tapi saya tolak. Saya sekarang nggak bisa kalau nggak pakai jilbab,” katanya. Semoga tetap istiqomah. [aji/mor/inilah]


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (19 orang menilai, rata-rata: 9,05 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Kirim komentar Anda.



Naskah Terkait Sebelumnya:


Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »