Gul: Turki Takkan Diam Soal Kejahatan Israel

20/10/2009 | 01 Zulqaedah 1430 H | Hits: 403
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print
Abdullah Gul

Abdullah Gul

dakwatuna.com – Istanbul. Terkait dengan kejahatan Israel, presiden Turki, Abdullah Gul menegaskan, pihaknya akan tetap mengkritik kebijakan Israel dan bahwa apa yang dilakukannya sebuah kesalahan.

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber yang melansir pembicaraan Gul di televise resmi Turki TRT (18/10) menyebutkan, walau ada hubungan diplomatic dengan Israel, tidak berarti pihaknya tidak akan mengkritik kebijakan negara Zionis. Turki tidak akan diam terhadap tindakan maupun kebijakan jahat negeri tersebut. Turki tidak bisa diam melihat kesalahan terus berlangsung.

Dalam pada itu, presiden Turki ini menyerukan Zionis agar belajar dari laporan Dewan HAM PBB, bahwa apa yang dilakukanya sebuah kesalahan. (asy/pip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 9,60 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 2 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • Bang madi mengatakan:

    Tak ada satu pemimpin negara yg berani terhadap israel, mereka hanya ber-kata2 bohong, israel hanya takut berdirinya kembali khilafah. dan 4 mazhab sepakat adalah wajib hukumnya menegakan khilafah. Apakah ada sistem lain yg mampu menjaga umat islam? Demokrasi ? nyatanya sampai saat ini tak ada satu negarapun yg menjalankan demokrasi secara utuh.

  • capee deeh.. mengatakan:

    Capee deehh…. Khilafah gak kan tegak kalo cuma modal ngomong doang mas…

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »