Genjatan Senjata Sepihak Bukti Kegagalan Israel

18/1/2009 | 20 Muharram 1430 H | Hits: 1.000
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com- Muhammad Nazzal, anggota biro politik Hamas menegaskan bahwa apapun usaha yang dilakukan Zionis Israel untuk mengadakan kesepakatan atau genjatan senjata sepihak adalah bukti ketakutan mereka setelah mengalami kerugian yang besar atas agresi tersebut, dan menunjukkan bahwa Hamas tetap kuat sebagai pemenangnya.

Nazzal menyebutkan 22 hari agresi Israel tanpa henti dengan menggunakan segala cara, persenjataan canggih bahkan senjata terlarang, dengan sejumlah pasukan sangat besar namun bangsa Palestinan tetap tegar mengadakan perlawanan. Bahkan mampu membuat bangsa Israel trauma karena sampai detik ini wilayah yang mereka diami tidak aman dari serangan roket-roket perlawanan pejuang Palestina.

Dalam situasi demikian, Israel ingin menghentikan peperangan. Upaya itu dijembatani oleh AS.

Penandantanganan dilakukan oleh Menlu Israel Tzipi Livni dan Menlu AS Condoleezza Rice di sebuah acara yang terkesan tergesa-gesa di Washington, pada hari Sabtu atau hari Jumat waktu AS.

AS dan Israel tidak mau menjelaskan secara detil apa isi kesepakatan kedua negara penjajah itu. Mereka buru-buru menandatangani kesepakatan, bersamaan dengan pertemuan negara-negara Arab di Doha dimana dalam pertemuan Doha, wakil Hamas Khalid Misyaal menegaskan tidak akan menerima kesepakatan gencatan senjata jika tidak ada jaminan Israel akan menarik secara penuh pasukannya dari Gaza.

Apa yang dilakukan AS dan Israel makin menunjukkan kolaborasi kedua sekutu itu dalam agresi brutal Israel ke Jalur Gaza untuk memberangus kekuatan-kekuatan di Palestina yang menentang kepentingan AS dan Israel. AS juga makin menunjukkan sikap munafiknya dan AS cuma basa basi menyerukan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Sebuah fakta yang begitu kasat mata bahwa kekuatan Zionis Israel dan AS adalah kekuatan yang membahayakan perdamaian dunia. (it/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading ... Loading ...


Ada 7 komentar. Kirim komentar Anda.



Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 7 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • eko mengatakan:

    assalamu’alaikum wr wb, afwan, ana telah mengcopy beberapa artikel yang ada di situs dakwatuna.com karena untuk ana sebarkan ke orang banyak dan terutama anak didik ana. sekali lagi ana mohon maaf yang sebesar-besarnya telah mengcopy tanpa izin.

  • elang mengatakan:

    assalamu’alaykum…
    ana juga minta maaf karena telah mengcopy beberapa artikel dari dakwatuna.com untuk ana letakkan di blog ana.tapi insyaalloh ana cantumkan sumbernya dan ana tautkan ke website dakwatuna.com.syukron

  • ENDY mengatakan:

    ASSALMUA’LAIKUM AQ CUMA MAU TANYA KENAPA ORANG ISLAM DI TIMUR TENGAH BANYAK YG DIAM SAJA?

  • muis mengatakan:

    Semoga yang syahid menyaksikan kemenangan Palestina
    AS bukan munafiq tapi negara kafir

  • marwan ds mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Tiap kalkulasi sesuatu harus memperhatikan dua belah pihak dan harus riil, kalau untuk perang urat saraf ya harus demikian kita tidak kalah, kita menang. Tetapi jika kita melihat kasat mata Palestina mengalami korban yang luar biasa, harta, jiwa dan raga. Korban Israel terlalu kecil dibanding dengan korban Palestina. Dan kita harus ingat bahwa Israel adalah manusia terjahat yang penuh tipu daya. Penghentian sepihak tentu ada maksud lain. Semoga kita semua harus cukup arief dan terus mendukung perjuangan Palestina sampai kapanpun dengan cara apaun yang diridhai Allah

  • Oky P mengatakan:

    Gencatan senjata sepihak tidak dapat mengubah image Yahudi Israel sebagai bangsa paling biadab di seluruh penjuru negeri. 22 hari adalah bukti yang cukup sebagai saksi bagi dunia akan kenyataan ini. Perang dengan Yahudi belum berakhir hingga hari kiamat tiba. Orang-orang la’natullah itu akan lari ketakutan dan bersembunyi di balik pohon ghorqod, akan tetapi batu-batu intifadha akan lantang berkata: Di sini ada yahudi! Bunuhlah ia.

    Israel akan tetap mencari momentum dan siasat untuk merajai “Tanah yang Dijanjikan” bagi mereka (jika seandainya dulu mereka beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun, Allah SWT. bukan malah menyembah emas sapi buatan dukun Samiri.

    Waspadai kedatangan PBB di Palestina, karena di dalamnya menyusup agen-agen CIA Amerika untuk memberangus pimpinan Hamas.

  • ayu mengatakan:

    ass.. ane ayu siswi sma yang sedang mengerjakan tugas sejarah. ane minta maaf , udah mecopy berita about it. tapi ane tetap berdoa moga saudara qta diberi ketabahan..
    innallaha ma’a na

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »