FSLDK DIY Bagikan 1.000 Jilbab di Malioboro

10/9/2009 | 19 Ramadhan 1430 H | Hits: 235
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Yogyakarta. Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus(FSLDK) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membagikan 1.000 jilbab kepada perempuan yang melintas di kawasan Malioboro Yogyakarta, Selasa.

“Aksi membagikan jilbab dalam rangkaian memperingati Hari Jilbab International itu bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya kaum muslimah untuk selalu membumikan jilbab,” kata Ketua FSLDK DIY, Ida Nur Laely.

Ia mengatakan, kaum muslimah diharapkan mampu menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslim sejati.

Dengan jilbab, seseorang telah menunjukkan identitasnya serta semakin meretas kemuliaan dan eksistensinya sebagai muslimah yang selalu menebarkan manfaat bagi orang lain.

Selain itu, katanya, FSLDK Provinsi DIY juga mendesak kepada pemerintah agar konsisten dalam menjalankan perundang-undangan terkait pornografi dan pornoaksi.

Undang-undang pornografi dan pornoaksi seakan sudah tenggelam, pemerintah tidak konsisten untuk menjalankan perundang-undangan tersebut.

“Dengan jilbab segala bentuk pornografi dapat ditekan sedemikian rupa, tentunya dengan cara berjilbab yang bagus dan benar sesuai syariat Islam,” kata Ida Nur Laely.

Massa FSLDK membagikan jilbab kepada perempuan di sepanjang Jalan Malioboro, baik di sisi timur maupun barat.

Sebelum membagikan jilbab masa FSLDK DIY berkumpul di taman parkir Abu Bakar Ali dan kemudian dengan jalan kaki menuju kawasan Malioboro. (ant)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (11 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • acu saepudin mengatakan:

    Smoga syariat tetap berada di generasi yang Qur’ani………………………smangat….teruskan perjuangan…………….

  • Putra Purnama mengatakan:

    Syariat yang tidak di ikuti hakekat atau manfaat sama aja bohong.. pakai jilbab tanpa di ikuti hakekat atau manfaat dari memeakai jilbab lebih baik tidak usah memakai jilbab daripada memakai jilbab tapi tidak ber-hakekat

  • al faqir Ilallah mengatakan:

    jawabannya dengan qawa’id fiqhiyah:
    al umuru bi maqaa shidiha…(tiap perkara tergantung dari tujuanya)

    mikro fiqh nya:
    i’malul kalami awla min ihmaal (penerapan suatu kalimat lebih utama daripada pengabaiannya)

    laa yunsabu ilaa saakitin qauwl (suatu perkataan tidak dapat disandarkan kepada orang yang diam)

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »