Erdogan: Kondisi Kemanusiaan di Gaza Makin Parah, Turki Bertanggungjawab

26/9/2009 | 06 Syawal 1430 H | Hits: 652
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Istanbul. PM Turki, Rajab Taib Erdogan menegaskan bahwa solusi masalah Palestina hanya mungkin jika semua pihak melakukan kontak dengan cara yang tidak memihak. Ia menyerukan – dalam pidatonya di depan Majlis Umum PBB di New York kemarin, Kamis (24/9) agar semua pihak berfikir apa yang mungkin dilakukan oleh PBB dalam rangka menghentikan krisis kemanusiaan di Palestina.

Ia menambahkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza setelah delapan bulan menjelang keluarnya resolusi DK PBB 1860 berubah menjadi tuntutan bagi Israel agar membuka semua perlintasan di perbatasan Jalur Gaza sebagai tindakan Israel itulah yang menghalangi rekontruksi di sana.

Erdogan menegaskan bahwa Turki memiliki tanggungjawab kemanusiaan dan moral bersama pihak lainnya dalam rangka menjamin penyeleseain krisis kemanusiaan yang berlangsung di Gaza dan menciptakan lingkungan perwujudan damai di kawasan.

Ia menegaskan bahwa kejahatan Israel yang berlangsung selama tiga pecan terhadap Jalur Gaza di awal tahun lalu yang dimulai dengan alas an menghentikan serangan roket Palestina ke wilayah permukiman yahudi telah berubah dengan cepat menjadi krisis kemanusiaan.

Erdogan menambahkan bahwa tindakan permusuhan Israel telah menyebabkan jatuhnya 1400 warga Palestina yang kebanyakan adalah anak-anak, wanita, dan orang tua serta 5000 lebih warga luka serta banyak bangunan yang hancur bahkan sejumlah pos PBB yang mengalami ancaman.

Ia mengisyaratkan bahwa 8 bulan setelah serangan Israel ke Jalur Gaza dan enam bulan setelah KTT Internasional di Mesir yang berjanji akan memberikan milyaran dolar untuk rekontruksi Jalur Gaza namun hingga kini krisis kemanusiaan masih berlangsung di sana.

Semua itu diakibatkan karena Israel menghalangi masuknya bahan bangunan yang dibutuhkan oleh Jalur Gaza sehingga 1,4 juta warga di sana masih menderita. “Kami ingin agar semua penghalang segera dihilangkan dan kondisi dikembalikan seperti sedia kala,” kata Erdogan tegas. (bn-bsyr/pip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (17 orang menilai, rata-rata: 9,71 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • samsudin mengatakan:

    untuk membebaskan palestina, saratnya umat islam seluruh dunia hrs bersau utk melawan yahudi dan antek-antekya. jangan kembali ke jaman jahiliyyah yang mudah di adu domba dan di pecah belah.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »