Erdogan: Kami Bersama Orang-orang Teraniaya dan Tertindas di Gaza

19/10/2009 | 29 Syawal 1430 H | Hits: 405
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Ankara. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (17/10) kembali melontarkan serangan terhadap entitas Zionis. Dia menegaskan bahwa negaranya bersama orang-orang Palestina yang dianiaya dan ditindas “negara entitas Zionis”.

Erdogan mengatakan hal itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh tv satelit “aljazeera” tanpa mengisyaratkan kepada “Israel” dengan nama, dalam sebuah pidato di Kirsihir, Turki. Dia mengatakan, “Turki tidak berhenti satu hari pun dalam sejarahnya untuk bersama orang-orang yang tertindas. Turki selalu memihak kepada orang-orang yang dianiaya.”

Erdogan menyatakan bahwa Turki tidak melancarkan permusuhan kepada negara manapun. Namun hanya menentang ketidakadilan. Mengisyaratkan pada blokade yang diberlakukan penjajah Zionis Israel terhadap warga Jalur Gaza.

Hubungan antara entitas Zionis dan Turki mulai menurus sebagai sekutu strategis di kawasan tersebut sejak Januari 2009, ketika Turki telah mengkritik keras perang Israel yang menghancurkan Jalur Gaza. (seto/pip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (11 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »