Bulan Madu Gratis ala Malaysia

13/10/2009 | 23 Syawal 1430 H | Hits: 598
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Kuala Trengganu, Pemerintah Trengganu menawarkan solusi untuk menyelamatkan pernikahan yang sudah berada di ujung jalan. Setiap pasangan suami istri yang merasa pernikahannya sudah berada di ambang perceraian, berhak
mendapatkan bulan madu kedua secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya.

Namun tawaran ini hanya berlaku bagi setiap warga Trengganu, Malaysia.
Demikian seperti dilansir The Malaysian Insider, Senin (12/10/2009) .

Paket bulan madu gratis ini diluncurkan oleh Departemen Kesejahteraan Negara,
Pengembangan Masyrakat, dan Urusan Perempuan Malaysia. Ketua panitia
program Ashaari Idris mengatakan, program menarik ini rencananya akan
diluncurkan akhir tahun.

Program bulan madu gratis ini sudah termasuk dengan konseling bagi setiap pasangan yang tidak harmonis. Konseling ini dimaksudkan untuk memeriksa penyebab angka perceraian
meningkat.

Dikatakan dia, proyek awal yang melibatkan 25 pasangan yang tengah menghadapi permasalahan rumah tangga telah dilakukan sebelumnya. Mereka menghabiskan 3 hari 2 malam berlibur ke suatu tempat yang jauh dari rumah, paket ini bernilai sekitar RM 1.500
atau setara dengan Rp 4,1 juta per pasangan.

Menurut Ashaari, program ini cukup memberikan hasil yang positif. Meskipun dia tidak
menyebutkan secara jelas berapa pernikahan yang berhasil diselamatkan.
Dia mengatakan hanya pasangan yang berada di ambang perpisahan ataupun perceraian yang akan ditawari program bulan madu kedua ini. Beberapa pasangan mulai mengalami masalah ketika pernikahannya menginjak usia 20 tahun.

“Dengan tawaran ini, kami harap para pasangan dapat mempererat kembali pernikahan mereka dan menghindari perpisahan,” harap dia. (nvc/iy/detik)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (8 orang menilai, rata-rata: 8,25 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »