Bayi yang Dapat Berbicara (Bagian ke-2, Tamat)

30/11/2009 | 11 Zulhijjah 1430 H | Hits: 2.045
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com - Kali ini akan kita simak kisah bayi yang ketiga. Bayi ini juga dapat berbicara seperti dua bayi sebelumnya. Dia adalah seorang bayi yang sedang menyusui pada ibunya.

Ketika sedang menyusu pada ibunya, tiba-tiba lewatlah seorang pengendara di atas seekor hewan tunggangan yang mewah, megah, dan menawan. Ketika melihat orang yang lewat itu, sang ibu kontan berdoa, “Ya Allah, jadikanlah putraku ini seperti orang itu.”

Di luar dugaan, bayi yang sedang menyusui itu tiba-tiba langsung melepaskan mulutnya dari puting susu sang ibu. Dia langsung menghadap dan menatap pada ibunya seraya berkata, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti dia.”

Setelah itu, si bayi langsung menyusu kembali seperti biasa.

Di lain waktu, ketika dalam perjalanan, ibu dan bayi bertemu dengan seorang wanita yang sedang dipukuli. Mereka memukuli wanita itu sambil mengatakan, “Kamu berzina.. Kamu mencuri..”

Wanita yang dipukuli membalas perkataan mereka, “Cukuplah Allah bagiku dan dia sebaik-baik penolong.”

Menyaksikan hal itu, si ibu pun berdoa, “Ya Allah, jangan Engkau jadikan putraku seperti wanita malang itu.”

Lagi-lagi bayi yang sedang menyusu, langsung melepaskan mulut dari puting susu ibunya. Dia langsung menatap ibunya dan berkata, “Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia.”

Si ibu pun heran dan bertanya kepada si bayi, “Seorang laki-laki berpenampilan mengagumkan lewat, aku berdo’a: ‘Ya Allah jadikanlah putraku seperti dia’. Tapi kamu berkata: ‘Ya Allah janganlah Engkau jadikan aku seperti dia’. Dan mereka melewati budak ini, dan mereka memukulinya sambil mengatakan: ‘Kamu berzina, kamu mencuri’. Lalu saya katakan: ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan putraku seperti wanita ini’. Tapi kamu berkata: ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia’?”

Mendengar itu, si bayi pun menanggapi keheranan ibunya, “Sesungguhnya laki-laki itu adalah orang yang sombong, maka saya berdo’a: ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti dia’. Sedangkan wanita ini, mereka katakan: ‘kamu berzina’, padahal dia tidak berzina; ‘kamu mencuri’, padahal dia tidak mencuri. Maka saya berdo’a: ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia.’”

Pembaca semua, demikianlah kisah bayi-bayi yang dapat berbicara. Semoga dapat kita ambil hikmahnya. Aamiin.

– Tamat

Maraji’: Hadits Bukhari – Muslim

(hudzaifah/hdn)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (35 orang menilai, rata-rata: 8,26 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 2 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »