Kodar Slamet, SPd

Apel Haram

30/9/2009 | 10 Syawal 1430 H | Hits: 2.230
Oleh: Kodar Slamet, SPd
Kirim Print

Cerita ini dari Mesir. Pencerita bilang dia lagi shalat tahiyatul masjid, khusu’nya keganggu oleh bau asep rokok yang kuat banget, setelah salam dia tahu dimana asal bau itu, dari orang yang bibirnya saja item karena rokok. Dia ngomong ke dirinya, “nanti selesai solat gue mao ngomong ama tuh orang.” Tapi ngedadak ada anak kecil sembilan taunan umurnya masuk mesjid, duduk disamping perokok itu. Dan si anak itu mencium bau asap rokok juga, kemudian mereka terdengar ngobrol.
Anak: Assalamu’alaikum paman, paman orang mesir?
Perokok: ya betul aku orang mesir.
Anak    : Paman kenal Syeikh Abdul Hamid Kisyk?
Perokok: ya kenal.
Anak    : Paman juga kenal Syeikh Jaad al-Haq?
Perokok: ya kenal juga.
Anak    : Paman juga kenal Syeikh Muhammad al-Ghazali?
Perokok: ya aku juga kenal.
Anak    : Paman pernah dong mendengar pendapat dan fatwa-fatwa mereka?
Perokok: ya dengar juga.
Anak    : Mereka itu ulama dan syeikh yang berkata bahwa rokok itu haram, kenapa paman menghisapnya??
Perokok: Ngga, rokok ngga haram.
Anak    : Haram paman, bukankah Allah mengharamkannya: وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الخَبَائِثِ  (Allah mengharamkan yang buruk-buruk bagi kalian) apakah paman waktu ngerokok baca bismillah dan baca alhamdulillah waktu selesainya??
Perokok: Ngga, rokok ngga haram, mana ada ayat al-Quran yang berbunyi وَيُحَرِّمُ عَلَيْكُمُ الدُخَانَ  (Allah mengharamkan rokok bagimu).
Anak    : Paman, rokok itu haram seperti haramnya apel!!!
Perokok: (sambil marah) Apel haram!!! Bagaimana kamu bisa menghalalkan dan mengharamkan itu.
Anak    : Coba paman tunjukkan ayat وَيُحِلُّ لَكُمُ التُّفَاحَ  (Allah menghalalkan apel)!
Perokok itu sadar diri dan diam, ngga keluar lagi kata-katanya, seterusnya dia nangis dan waktu solat juga dia nangis. Sehabis solat perokok itu deketin si anak kecil, sang da’i yang nyadarin dirinya, terus janji, “nak, paman berjanji kepada Allah tidak akan ngerokok lagi sampai akhir hidup paman.”


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (64 orang menilai, rata-rata: 9,28 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 10 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • m. sahrul murajjab mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Menurut saya, cerita ini cukup menarik tapi tidak logis (afwan). Sang perokok dari cerita itu kelihatannya sedikit banyak tahu agama, tapi menghadapi “hujjah” yang keliru dari seorang anak kecil usia 9 tahunan malah mengaku salah.
    Haramnya rokok sangat tidak tepat jika menggunakan dalil analogi “haram”nya apel. Apel halal karena memang “al-ashlu” nya halal, jadi ngak perlu dalil khusus…

    Semoga bisa dipahami.

    Wallahu a’lam.l

  • yoga girisagara mengatakan:

    hak menetapkan hukum Halal atau haram adalah haq Allah (Mulkussamawaati wal ardh) dan RasulNya (Pemimpin Daulah Islam). aku dan kalian semua cuma bisa berpendapat, yang perlu aku ketahui dan mungkin kalian adalah argumentasi yang bersih tidak emosional, dan tentunya semata karena ketundukandiri pada Al-Kaliq.

  • Nandanf fjm mengatakan:

    maksud dari cerita itu apa ya?

  • juns mengatakan:

    to m. syahrul murrajab:
    di era sekarang ini paham materialisme dah menjadi virus yang sudah merusak jaringan ummat tidak terkecuali orang2 yang katanya banyak ilmunya seperti orang yang dalam cerita diatas. paham ini telah membuat ummat hanya percaya kepada dengan yang instan dan langsung bisa dilihat. ketika perokok itu tidak melihat langsung wujud pengharaman rokok maka dia berfikir maka rokok tidak dilarang dan diperbolehkan. tp hidayah tdk dpt dipungkiri bs sj dr seoarang anak kecil.

  • Amir Zainuddin mengatakan:

    Cerita yang bagus. Karena Sang Pereokok meminta dalil Qur’an tentang halanya rokok, maka Sang Anak yang cerdas dan berani itu minta dalil tentang halalnya apel. Sangat logis dan sungguh mengena !

  • zildzane salpha agusta mengatakan:

    pada intinya manusia di muka bimi ini saling mengingatkan dalam hal kebaikan…………..sadar atau tidak sifat setan dan malaikat kita miliki,……..maka manusia lebih tinggi derajatnya………tinggal pilih aja mau ikut makhluk yang mana………………coy

  • desfa mengatakan:

    semua kita tau bahwa merokok ini dapat merusak kesehatan dan tidak baik tapi kami juga belum bisa mengatakan merokok itu haram, krn apa bila rokok sudah menjadi kebutuhan bagi seseorang toh itu menjadi obat bagi mereka, kemudia makanan yg kita katakan halal tapi ketika dia menjadi pantangan krn sesuatu penyakit kenapa tdk dikatakan haram, nah dengan begitu boleh rokok dikatakan haram bagi orang-orang yang belum kecanduan rokok

  • yayatto mengatakan:

    coBa kita enungkaN akaN manfaaT dari rokok itu sendiri,,,
    Klo menurut kita Rokok itu B’ manFaaT coBa seButkaN
    N jikaLau tidak,,, BuaT apa diLakukan,,,
    suNgguh syeiTaN teLah memberikaN kaliaN sMua asuMsi yang mengHalaL kan apa’ apa yang syubhat,,
    namuN ketaHuilah meniggaLkan sesuaTu y9 syubhat aDalaH sangat diaNjurKan OLeh NabiULLah MuhaMMad SaW

  • abah mujahid mengatakan:

    Itinya rokok haram,……………

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »