Kodar Slamet, SPd

Amin

20/5/2009 | 26 Jumadil Awal 1430 H | Hits: 2.288
Oleh: Kodar Slamet, SPd
Kirim Print

dakwatuna.com – Ada seorang anak meng-amin-i al-Fatihah yang dibaca imam dengan suara keras, padahal ia shalat di belakang imam persis dan di antara barisan para orang tua.

Selesai shalat, Imam berkomentar bahwa anak ini terlalu panjang membaca ‘amin’nya dan dengan suara yang paling tinggi sendiri sampai terdengar oleh orang yang berada di luar masjid. Maka imam menasehati anak tersebut agar merendahkan suaranya. Dengan segera anak tersebut menjawab:

“Aku tahu hal ini salah, tapi ayahku sedang tidak shalat dan tidak mendengar nasehatku, aku meninggikan suara ini bertujuan agar ayahku mendengarkanku, mengingatku, dan melembut hatinya dan kembali kepada Allah.”

Imam senior kagum terhadap anak kecil ini karena ingin memelihara hidayah orang tuanya. Lalu sebagian jamaah yang berada di masjid itu berkunjung kepada orang tuanya dan menceritakan kisah anaknya. Ayah anak tersebut tersentuh dan kemudian iertobat kepada Allah serta menjadi orang yang sering ke masjid. (Sumber: Athfal lakin Du’ah)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (51 orang menilai, rata-rata: 8,84 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 19 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • Adrie mengatakan:

    Subhanallah…!
    Semoga Allah kelak mengkaruniai aku anak yang soleh..!
    Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin ya Allah…!

  • Ulul Azmi bin Usman bin Muhammad bin Maliki mengatakan:

    sering kali menghadiri majelis ta’lim, di jelaskan dengan tekanan cukup kuat bahwa MENUNTUT ILMU itu WAJIB…dengan sgala konsekwensi yg ada. SANGAT BENAR adanya. JARANG sekali di jelaskan tentang MEMBERI ILMU itu SANGAT WAJIB dengan sgala konsekwensi yg ada.. pertanyaan…KeNaPa ?

  • reni mengatakan:

    subhanallah… kapankah ya ALLAH kau titipkan anak sesholeh itu,seandainya KAU titipkan aku anak yang sholeh seperti anak itu tak henti aku bersujud syukur kepada-MU, yang MAHA PENGGENGGAM lagi MAHA PENGASIH.

  • Acu Saepudin mengatakan:

    Subhanallh …….anak sholih yang sangat luar biasa…..smga yang mengajarkan anak tersebut jga bagian dari pahalanya ….

  • yuli mengatakan:

    subhanaallah..luarbiasa anak itu..semoga anak2 di indonesia seperti itu..begitu pedulinya pada keluarganya

  • hermansyah mengatakan:

    Alhamdulillahirrabil a’lamin .Allah telah menggariskan kita sebagai anak dalam keadaan beragagama islam .Mudah-mudahan kita semua dengan membaca ini, kita dapat mempelajari hikmah dari bacaan ini. mari kita bentuk pribadi kita menjadi anak yang shaleh………………..amin

  • ika mengatakan:

    subhanallah anak yang sangat cerdas, berani dan sholeh.Semoga di Indonesia banyak wanita melahirkan anak – anak seperti ini.Untuk menyadarkan para orang tua akan pentingnya Sholat dan kelak menjadi pemimpin2 yang peduli pada kehidupan akherat

  • Siti mengatakan:

    subhanAllah, memang anak yg luar biasa, berbahagialah org tuanya.
    Tapi apakah para org tua harus menunggu diingatkan dulu spt itu????
    bukankah seharusnya orang tua yang bisa menjadi suri tauladan bagi putra/putri mereka??!!
    coba bayangkan, kalau sang anak tidak memiliki dasar iman seperti anak yg diceritakan, akan jadi seperti apa anak tsb???!!

    Memang benar adanya bahwa, harta yg paling berharga adalah Ilmu&Iman yang kuat!!!…..

    Allah Bless Us!!…

  • ahmad fauzi mengatakan:

    mintak contoh teks pidato nya donk >>>>>thanks b4

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »