Aktivis HAM Mesir: Hentikan Tembok Baja

19/12/2009 | 02 Muharram 1431 H | Hits: 350
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Kairo, Seorang aktivis HAM Mesir, Hafidl Abu Sa’dah mengkritik kecenderungan Kairo membangun tembok baja di wilayah perbatasannya dengan Jalur Gaza. Ia menilai langkah ini bertentangan dengan kewajiban Mesir yang seharusnya dilakukan terhadap rakyat Palestina. Ia menyerukan Mesir agar bekerja membebaskan Jalur Gaza dari blokade dan menjamin perlintasan yang aman bagi orang, bahan makanan dan obat-obatan yang diperlukan, bukan malah membangun tembok baja.

Dalam pernyataan persnya, Sekjen Organisasi HAM Mesir menegaskan kemarin Kamis (17/12) pihaknya sangat menyesalkan kecenderungan Kairo membangun tembok rasial bagi Gaza, alih-alih membebaskannya dari blokade. “Hingga sekarang kami beum mendapatkan kepastian Mesir akan membangun tembok rasial bagi Gaza. Pemerintah Mesir tidak membenarkan dan tidak menampik. Kami sedang membutuhkan sikap resmi mesir soal pembangunan tembok yang meresahkan itu. Saya tidak yakin Mesir membutuhkan tembok seperti itu untuk membatasinya dengan Gaza. Sebaliknya kami membutuhkan untuk membebaskan Jalur Gaza dari blokade bukan sebalik ikut memblokade. Itu sungguh sangat menggelisahkan pikiran kami”

Abu Sa’dah juga mengkritik wawancara koran “Jumhiriah” Mesir kemarin Kamis (17/12) antara pemerintah kedaulatan dan perlawanan terkait tembok Jalur Gaza yang akan dibangun Mesir. “Wawancara itu tidak bisa diterima dan tidak benar. Palestina bukan ancaman bagi kedaulatan Mesir meski hanya sehari. Justru Palestina lah yang menjaga kedaulatan Mesir” terangnya. (bn-bsyr/ip)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (10 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 1 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • Rahman mengatakan:

    Seorang pemimpin yang muslim pasti tidak akan memandang kepentingan pribadinya, bahkan dia akan dengan senang hati membantu saudaranya seagama. Jikalau Mesir membuat pagar baja, apakah pantas kita menyebutnya seorang muslim yang sungguh-sungguh bukan hanya di KTP saja? Apa kita tidak melihat hadits Rasulullah yang berbunyi ‘ Unshur Akhaka Dhaliman au Madhluman”/ Bantulah saudaramu baik ketika dia sedang Dhalim maupun ketika di dhalimi” Bukan malah membantu mendholiminya… Innalillah.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »