Home / Berita / Seratus Ulama Desak Palestina Merdeka 2010

Seratus Ulama Desak Palestina Merdeka 2010

dakwatuna.com – Jakarta, Forum Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan World Council of Proximity of Islamic School of Thoughts Iran digelar pekan lalu, Konferensi yang diikuti 100 ulama dan cendekiawan dari Negara-negara Islam ini menghasilkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah desakan agar Palestina segera merdeka dari penjajahan Israel pada 2010.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa untuk mencapai kemerdekaan Palestina, para peserta Konferensi mendesak digelarnya pertemuan segi empat, yaitu Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Amerika Serikat (AS), Israel dan Palestina.

”Itu salah satu hasil kesepatakan peserta konferensi ini. kemerdekaan Palestina ini harus tercapai tahun 2010. Kelompok Hamas dan Fatah harus bersatu. Iran juga punya pengaruh di sini,” tandas kiai Hasyim di Jakarta, Senin (21/12).

”Apa yang dilakukan masyarakat Palestina terhadap Israel sekarang ini adalah perang kemerdekaan atau perjuangan. Mereka ingin merdeka dari penjajahan. Kalau aksi yang dilakukan Amrozi cs itu namanya terorisme,” tambahnya.

Selain itu, menurutnya, peserta konferensi juga sepakat Iran dan NU menjadi simbol peredaan ketegangan di sejumlah Negara yang bergolak, terutama yang melibatkan kelompok sunni dan Syiah. ”Delegasi konferensi ini memandang NU sebagai ormas Sunni terbesar di dunia dan Iran sebagai Negara Syiah terbesar. Baik NU dan Iran bertugas meredakan ketegangan di sejumlah Negara yang bergolak,” jelas Sekjen ICIS ini.

Untuk itu, katanya, sebagai tindak lanjut konferensi, NU dan Iran akan melakukan sosialisasi kesepakatan 100 ulama dunia tersebut kepada masyarakat Islam di dunia. ”NU akan melakukan sosialisasi kepada kelompok sunni di semua Negara Islam, sementara Iran akan melakukan sosialisasi kepada kelompok Syiah di Negara-negara yang ada orang Syiahnya,” tandasnya.

Lebih lanjut, pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang ini mengatakan, konferensi serupa atau dialog akan digelar di Negara yang bergejolak akibat ketegangan antar kelompok umat Islam. ”Tindak lanjut forum ini, yaitu menggelar dialog di negara-negara yang dilanda ketegangan,” katanya.

Selain itu, semua peserta konferensi juga sepakat mendorong kelompok Sunni dan Syiah dimanapun berada, untuk tidak melakukan kekerasan dan ektrimisme dengan dalih apapun. Untuk itu, harus dibedakan antara terorisme dengan perjuangan.

Pembacaan rekomendasi ini diwakili oleh 5 ulama, yakni Mufti Syiria Dr Abdul Fattah Bazzam, Sekjen World Council of Proximity of Islamic School of Thoughts Iran Ayatullah Muhammad Ali Tashkiri, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Majelis Ulama Lebanon Syekh Ahmad Zein, dan Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI Nasaruddin Umar.

Dalam rekomendasi yang dibacakan Abdul Fattah Bazzam, menegaskan bahwa persatuan merupakan hal yang paling mendasar bagi umat Islam. Karena itu, mereka menyesalkan terjadinya perpecahan dan permusuhan yang terjadi di kalangan umat Islam akibat perbedahaan madzab. Umat diimbau mengadakan pendekatan dan bekerjasama dengan kelompok Muslim lainnya.

Kelompok-kelompok dan madzhab-madzab di berbagai negara Muslim diminta menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara berdialog. Umat Muslim dihimbau tidak mudah mengkafirkan umat Islam lainnya.

Rekomendasi lainnya, para ulama mengimbau umat Muslim seluruh dunia untuk menghormati Al-Qur’an dan Nabi Muhamad SAW. Salah satu bentuk penghormatan terhadap Nabi adalah tidak diperkenankan melukiskan atau memvisualkan sosok Nabi Muhammad.

Ayatullah Muhammad Ali Tashkiri dalam kata penutupnya berharap beberapa rekomendasi yang dihasilkan pada Konferensi ini dapat bermanfaat untuk kemaslahatan Islam di seluruh dunia. Ali Tashkiri menggarisbawahi pentingnya persatuan dikalangan umat Muslim. ”Jika ulama berselisih baik dalam persoalan politik maupun madzhab mana mungkin bisa menyelesaikan berbahai persoalan yang dihadapi,” tuturnya. osa/taq/RoL

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • fa

    pembebasan palestina adalah tanggungjawab seluruh umat muslim dunia..
    wlaupun agk pesimis dg jalur dialog segi empat,karena orang2 kafir tdk akan senang dg kebebasan palestina..
    semoga Allah SWT memberi kekuatan pd para ptinggi negara islam untuk kmbali bersatu…Amin..

  • rifan

    Percuma aja ngajakin israel berunding, yang ada: hanya bunuh mereka jika belum keluar dari palestina.
    Baguslah kalo fatah mau bersatu untuk melawan israel jadi gak sia-sia Kyai Hasyim Muzadi datang

  • hafiz

    pesimis dengan kemerdekaan palestine yang didapat melalui perjanjian damai dengan negara kafir. karena telah belrulang kali diadakan perjanjian sebanyak itu pula negara kafir mengkhianati perjanjian itu. kemerdekaan PALESTINA akan didapat melalui jalan JIHAD.. Jalan yang dicontohkan Rasulullah SAW dan sahabat.

  • Bang Madi

    berdakwah untuk berjuang menegakan kembali kekhilafahan adalah solusi untuk palestin.karna kholifah yg akan menyeru pada jihad yg sesungguhnya.

  • Elmaukhi

    Alhamdulillah.. semoga ini merupakan salah 1 jalan kebebasan Palestine,drpada ummat muslim cuma diam saja ini merupakan salah 1 ikhtiar dan kt harus berprasangka baik, Bukankah Allah mengikuti prasangka hamba-Nya??

  • dede almaqdisi

    untuk merebut kembali palestina tiada jalan lain kecuali dengan bersatunya umat islam , melalui khilafah dan syari’ah

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General