Home / Berita / Hamas Makin Matang di Usia 22 Tahun

Hamas Makin Matang di Usia 22 Tahun

Rakyat Palestina tumpah ruah memperingati Milad Hamas ke-21
Rakyat Palestina tumpah ruah memperingati Milad Hamas ke-21

dakwatuna.com – Gaza, Gerakan Perlawanan Islam Hamas kini sudah memasuki usianya yang ke-22 tahun. Sejak didirikan, gerakan yang mengakar dalam dan jauh di dalam masyarakat, ini mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada di depannya. Penjajah Zionis Israel, sejak gerakan ini ada terus melancarkan penangkapan kader-kader dan pemimpinya dan membunuh mereka. Menjadikan institusi-institusinya sebagai target serangan dengan tujuan untuk menundukkan dan menghabisinya. Namun yang ditemui Israel hanyalah kegagalan. Gerakan Hamas terus mengalami serangan dari jenis yang sama, namun dari otoritas Abbas di Tepi Barat, di samping dari pihak penjajah Israel. Hanya saja upaya-upaya ini selalu gagal total, terutama pada masa ketika gerakan menyebar luas.

Timur Islam dan Palestina, secara khusus, mengalami perkembangan jelas dan signifikan dalam pertumbuhan dan penyebaran kebangkitan Islam, seperti negara Arab yang lainnya. Hal ini yang membuat gerakan Islam tumbuh dan berkembang secara pemikiran dan organisi, terutama setelah usulan kompromi yang menyerukan melepaskan prinsip-prinsip dasar dalam konflik dengan proyek Zionis. Di mana entitas Zionis diberi pengakuan hak untuk eksis di atas tanah Palestina yang diberkati, dan melepaskan sebagian tanah Palestina untuk Zionis Israel, bahkan sebagian besarnya, dalam keadaan strategi perjuangan bersenjata menurun, demikian juga perhatian Arab dan internasional terhadap persoalan Palestina menurun.

Perkembangan ini mengundang berdirinya gerakan Islam yang mampu membawa obsesi bangsa dan warga negara, menentang proyek Zionis. Di mana bersamaan dengan berakhir tahun 1987, kondisi itu sudah cukup matang untuk munculnya proyek Islam baru, menghadapi proyek Zionis dan perluasannya. Sebuah proyek Islam baru yang berdiri di atas dasar baru sesuai dengan perubahan internal dan eksternal, maka berdirilah sebuah gerakan (islam) yang diberkati di Palestina, Gerakan Perlawanan Islam “Hamas”; untuk mengekspresikan secara konkrit optimism faktor-faktor ini, agar menjadi mercu suar bagi bangsa Palestina di tanah air dan di diaspora (di luas Palestina). Dan juga agar menjadi duri dalam tenggorokan penjajah Zionis dan menghentikan perluasan perampasan oleh musuh, serta memotong jalan bagi semua proyek untuk melikuidasi persoalan Palestina dan mengakhiri proses pelepasan tanah Palestina kepada Yahudi Zionis.

Berdirinya gerakan Hamas ini mulai mencemaskan sarang-sarang  Zionis Israel. Impian Zionis terus di bawah baying-bayang ancaman perlawanan Islam yang dipimpinan gerakan Hamas. Menculnya gerakan ini telah menimbulkan ketakutan di pihak Zionis. Badan-badan intelijen Israel terus memobilisasi semua kekuatannya untuk memonitor gerakan ini dan para pemimpinnya. Namun penjajah Israel mendapatkan respon publik dengan melakukan pemogokan dan kegiatan-kegiatan lain yang hanya diserukan sendiri oleh gerakan perlawanan sejak awal didirikan dan dikeluarkannya Piagam Gerakan. Sampai akhirnya terjadi penangkapan terhadap kader-kader dan para pendukungnya sejak saat itu. Operasi penangkapan terbesar dialami gerakan kala itu terjadi pada bulan Mei 1989, di antara korbannya adalah pemimpin lagi pendiri gerakan Syaikh Ahmad Yasin.

Hamas pun akhirnya menempuh jalur militer mulai tahun 1990 dan akhirnya melakukan perlawanan terbuka hingga banyak pemimpin gerakan ditangkapi dan diasingkan dalam pembuangan (tahun 1994). Dan konfrontasi terbuka terus berlanjut hingga kemudian Hamas terlibat dalam kancah pertarungan politik dengan melibatkan diri dalam pemilihan legislatif pada Januari 2006.

Menang dalam pemilu legislatif, Hamas akhirnya berhasil membentuk pemerintahan Palestina. Keberhasilan Hamas ini semakin membuat Amerika dan Israel geram hingga melancarkan blokade terhadap pemerintah yang dipimpin Hamas. Meski sudah terjun dalam perjuang politik, Hamas sama sekali tidak pernah meninggalkan perlawanan bersenjata. Terlebih dalam upaya membebaskan para tahanan Palestina dari penjara Zionis Israel, hingga akhirnya melakukan penyanderaan serdadu Israel Gilad Shalit. Dan Hamas pun terus mendapatkan tekanan dari dunia internasional yang dipimpin tim kuartet. Namun gerakan ini tetap dengan jalan yang ditempuhnya, untuk mempertahankan prinsip-prinsip dan hak-hak rakyat Palestina. (seto/ip)

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (33 votes, average: 9,73 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Protes terhadap sikap rasis Trump. (aljazeera)

Kemenangan Trump dan Pengaruhnya Terhadap Mesir